"Kami melihat sebagai 'buku hiburan' saja. Tidak perlu dianggap serius. Kami yakin publik bisa membedakan mana fakta dan mana propaganda negatif," kata Ketua DPP Partai Demokrat Bidang Politik Anas Urbaningrum melalui pesan singkat kepada detikcom, Senin (28/12/2009).
Menurut Anas, dilihat dari data-data yang digunakan jelas buku tersebut tidak valid. Problem data tersebut membuat semangat munculnya buku ini jauh dari tradisi intelektual.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Buku ini menjadi kontroversi sebab menguliti 'borok' Cikeas. Dalam salah satu bab, Aditjondro menyebutkan keterlibatan SBY dan keluarganya dalam kasus Century. Buku ini mencuat setelah pihak Istana menyatakan pihak SBY sedang mempelajkari isi buku tersebut setelah peluncuran buku itu pada Rabu 23 Desember di Yogyakarta.
Semalam, dalam acara Perayaan Nasional Natal 2009, Presiden SBY saat berpidato secara langsungย menyatakan prihatin dengan fenomena fitnah.
(ape/nrl)











































