SBY Prihatin dengan Fenomena Fitnah

SBY Prihatin dengan Fenomena Fitnah

- detikNews
Minggu, 27 Des 2009 23:54 WIB
SBY Prihatin dengan Fenomena Fitnah
Jakarta - Munculnya tudingan-tudingan miring atau fitnah yang sering dialamatkan ke Istana membuat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) prihatin. SBY menilai fitnah yang selama ini dialamatkan kepadanya adalah tabiat yang tidak terpuji.

"Tiada lain adalah munculnya tabiat dan perilaku yang didasarkan pada fitnah di sejumlah tempat di tanah air juga muncul perilaku kasar dan kekerasan, oleh masyarakat," kata SBY saat berpidato di perayaan Natal Bersama Tingkat Nasional 2009 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Minggu (27/12/2009).

Menurut SBY, fitnah yang selama ini berkembang telah menghancurkan sendi-sendi kehidupan masyarakat. Sekaligus menganggu tatanan demokrasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jika dibiarkan, tentu akan mengganggu dan melemahkan pilar-pilar penting demokrasi. Jika hal-hal negatif ini berkembang, kehidupan masyarakat kita tidak akan berkembang, mengalami kegaduhan dan tercoreng," jelasnya.

SBY mengajak semua pihak agar berjuang melawan perilaku keji tersebut. Caranya dengan memelihara tata krama dan ajaran agama di dunia.

"Mari bersama-sama hentikan tabiat tidak terpuji ini dengan mengedepankan tata krama yang selaras dengan anjuran mulia semua ajaran agama di dunia," imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, SBY juga menjelaskan, fitnah adalah tabiat yang tidak terpuji dan harus dimusuhi. "Jauhkan sikap dan perilaku yang bertentangan dengan ajaran universal agama agama di dunia. Bersama, mari kita serukan penolakan terhadap fitnah, berita bohong dan perbuatan kasar," pungkasnya.

Seperti diketahui, beberapa hari ini tudingan-tudingan miring bermunculan menyudutkan SBY dan Partai Demokrat. Mulai dari tudingan adanya aliran dana Century ke Demokrat hingga yang paling anyar yakni munculnya buku kontroversial berjudul 'Membongkar Gurita Cikeas: Dibalik Skandal Bank Century' karangan George Aditjondro.

Dalam buku tersebut, George menyebut adanya aliran dana PSO dari LKBN Antara sebesar Rp 40,6 miliar ke Bravo Media Centre, tim kampenye SBY. Presiden SBY sendiri prihatin dengan terbitnya buku yang isinya menyudutkan keluarganya itu. Saat ini, pihak SBY sedang mempelajari isi buku tersebut. Belum ada rencana gugatan maupun melarang penjualan buku

(ape/ape)


Berita Terkait