Ba'asyir Jadi Tersangka, Ratusan Santri Minta Da'i Dicopot

Ba'asyir Jadi Tersangka, Ratusan Santri Minta Da'i Dicopot

- detikNews
Rabu, 07 Apr 2004 11:07 WIB
Jakarta - Ratusan santri dan anggota Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) mendemo Mabes Polri. Massa yang khusus datang dari Solo itu meminta Polri tak mengaitkan Abu Bakar Ba'asyir dengan tindakan terorisme. Massa berkumpul di depan pintu masuk Mabes Polri, Jl. Trunojoyo, Jakarta, Rabu (7/4/2004). Mereka mengenakan baju koko dan ikat kepala bertuliskan "la ilahaillah". Beberapa dari mereka membawa bendera FPI Surakarta.Para pendukung Ba'asyir itu menuntut Kapolri Jenderal Da'i Bachtiar dicopot dari jabatannya. Kapolri dinilai telah tunduk kepada tekanan Amerika Serikat (AS) dengan menjadikan Ba'asyir tersangka bom Bali. "Copot Da'i," tuntut mereka dalam posternya. Menurut MMI, pernyataan Mabes Polri yang menyatakan Ba'asyir terlibat bom Bali merupakan fitnah. Pasalnya di pengadilan tuduhan tersebut tidak terbukti. Pengadilan hingga tingkat MA hanya menyatakan Ba'asyir terbukti melanggar imigrasi. Sedangkan dakwaan terlibat terorisme dan makar dinyatakan tidak terbukti. "Jadi mengaitkan Ba'asyir dan bom Bali adalah tekanan AS. Ini merupakan upaya sistematis AS yang kafir dalam pencitraan negatif terhadap ulama yang konsisten menegakkan sariat Islam," kata MMI dalam pernyataan sikapnya. Massa lanats menuntut polisi membebaskan Ba'asyir. Mereka juga meminta polisi menghentikan fitnah terhadap ulama.Sementara itu di rutan Salemba, Ba'asyir dibesuk pengacaranya Muhammad Ali dan Munarman. Bersama pengacara itu ikut juga 10 anggota MMI membesuk Ba'asyir.Rencananya para santri setelah mendemo Mabes Polri akan mendatangi rutan Salemba. Awalnya mereka akan memberikan dukungan kepada Ba'asyir yang akan diperiksa Mabes Polri. Namun pengacara Ba'asyir memastikan pemeriksaan yang dijadwalkan Rabu ini batal. (iy/)


Berita Terkait