"Pak, George harus merenungkan kembali. Kalau tidak direvisi isinya. Kami akan lakukan langkah-langkah selanjutnya," kata Dirut LKBN Antara Akhmad Mukhlis Yusuf kepada detikcom, Minggu (27/12/2009).
Menurut Mukhlis, dalam uraian buku tersebut banyak data dan informasi yang cenderung berbau fitnah. Terutama mengenai tudingan adanya aliran dana Public Service Obligation (PSO) LKBN Antara ke Bravo Media Center, tim sukses SBY-Boediono.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mukhlis mengatakan, tudingan lainnya yang dianggap tidak benar dalam buku tersebut terdapat dalam halaman 30. Yakni, mengenai adanya ketegangan di antara wartawan Antara karena aliran dana tersebut.
"Kita juga minta agar sumber-sumber Pak George dijelaskan siapa, karena wartawan di Antara itu banyak," terangnya.
Sebelumnya, dalam buku 'Membongkar Gurita Cikeas: Dibalik Skandal Bank Century' karangan George Aditjondro, menyebut adanya aliran dana PSO dari LKBN Antara sebesar Rp 40,6 miliar ke Bravo Media Centre, tim kampenye SBY.
'Membongkar Gurita Cikeas' akan dilaunching di Doekoen Cafe, Jakarta, Rabu (30/12/2009) mendatang. Sebelumnya buku telah dilaunching di Yogyakarta pada Rabu (23/12/2009) lalu. Dalam salah satu bab, Aditjondro menyebutkan keterlibatan SBY dan keluarganya dalam kasus Century.
Presiden SBY prihatin dengan terbitnya buku yang isinya menyudutkan keluarganya itu. Saat ini, pihak SBY sedang mempelajari isi buku tersebut. Belum ada rencana gugatan maupun melarang penjualan buku. (ape/ape)











































