Pengakuan Pembaca: Jika Tak Ada SBY, Emoh Coblos PD

Pengakuan Pembaca: Jika Tak Ada SBY, Emoh Coblos PD

- detikNews
Rabu, 07 Apr 2004 10:52 WIB
Jakarta - Di abad 21 ini, kharisma tokoh masih mendominasi keputusan pemilih untuk mencoblos parpol tertentu. Termasuk keputusan mencoblos PD yang lebih karena sosok SBY.Begitu pengakuan para pembaca yang menyampaikan "testimoni"-nya pada detikcom mengapa mereka memilih PD. Berikut antara lain pengakuan mereka:Dian A. Avianto:Sejujurnya saya memilih Partai Demokrat karena saya memilih SBY. Seandainya tidak ada SBY dalam Partai Demokrat saya tidak akan memilih partai yang lain alias Golput.Menurut saya saat ini hanya dialah sosok yang paling pas menjadi pemimpin. Selain secara fisik dan intelektual ia memenuhi syarat, SBY mempunyai belakang agama yang kuat sekaligus seorang pluralist sehingga bisa diterima oleh golongan agama lain. Dan yang paling penting menurut saya selama ini sebagai politisi ia selalu bermain dengan santun, ucapannya tidak pernah bernada mencela apalagi menyerang politisi lain.Sikapnya yang hati-hati menurut saya bukanlah karena ia peragu, justru menunjukkan kematangan pribadi yang luar biasa. Saya menyadari bahwa para caleg Partai Demokrat mungkin tidak lebih baik dari caleg PDIP, Golkar, dll, tapi harapan saya sosok SBY mampu membangun tubuh partainya sendiri lebih baik ketimbang Megawati.K.Putro, karyawan AVcomm:Saya termasuk pemilih baru, baru 2 kali mengikuti pemilu. Pertama yang saya lihat di PD adalah sosok SBY. Saya mulai memperhatikan SBY semenjak beliau menjabat Menko Polkam, di situ terlihat beliau mampu menenangkan suasana, bicaranya enak didengar semua kalangan, tegas dan cepat bertindak, baik dalam keadaan bencana alam maupun waktu ada peristiwa pemboman.Saya rasa Indonesia membutuhkan pemimpin seperti beliau, yang bisa bertindak cepat, tegas dan bisa diterima semua golongan. Karena kenyataannya sebagian besar penduduk Indonesia mempunyai "penyakit" untuk melanggar hukum yang sangat tinggi, bahkan di kota besar pun hukum sekarang ini seperti tidak berlaku lagi...rambu lalu lintas tidak digubris lagi, kriminalitas menggila bahkan cenderung jadi bangsa barbar (coba lihat tayangan berita SERGAP, PATROLI, BUSER dll).Intinya, saya berharap Indonesia mempunyai pemimpin yang TEGAS, BERTINDAK CEPAT, TIDAK MINDER DGN BANGSA LAIN, TIDAK ASAL BICARA TAPI JUGA TIDAK DIAM SAJA dan suaranya bisa didengar semua golongan dan menenangkan.Harry:Mengapa memilih PD meskipun program PD itu sendiri nggak jelas, karena memang ada figur SBY. Dan karena partai besar lain, misinya sudah melenceng, dan tidak "bersih" lagi.MT Asih:Dulu, saya pilih PDIP. Tapi saya kecewa dengan perkataan, tindakan/kelakuan politisi PDIP. Mendekati 5 April 2004, saya memutuskan untuk memilih Partai Demokrat, setelah sebelumnya saya pikir lebih baik golput.Saya tidak tahu apa-apa mengenai Partai Demokrat, tapi saya berharap SBY menjadi presiden, memerintah dengan bersih, berwibawa, berani, adil, sehingga RI menjadi lebih baik. Semoga dalam berkoalisi SBY sesuai dengan hati nurani rakyat banyak.Daniel Agung:Kata kuncinya : PERUBAHAN. Alasan lain: partai baru, bukan partai yang memanfaatkan sentimen agama (apa pun), nasionalis (karena saya mantan pemilih PDIP), figur capres yang pantas dan meyakinkan (meskipun penilaian terutama berdasarkan feeling, dan denger-denger kalo SBY adalah orang disiplin dan tegas).Tapi... kalau ternyata usaha dan hasilnya tidak memuaskan, JANGAN HARAP PEMILU MENDATANG SAYA MILIH DEMOKRAT LAGI..!!! Mohon belajar dari PDIP.Stefanus:SBY adalah figur yang bisa segera membawa Indonesia keluar dari kemelut yang berkepanjangan sekarang ini. Sekarang saya bekerja di Vietnam, negara yang menurut Ibu Megawati tidak ada apa-apanya. Tapi negara ini jauh lebih maju dan stabil dari Indonesia.Hal yang membuat saya miris adalah, semua orang Vietnam merasa heran, kenapa Indonesia yang notabene lebih kaya dan maju, tapi pemimpinnya nggak ada yang becus. Mereka juga sering tanya, kenapa semua pemimpin Indonesia, tidak ada yang mau perhatikan nasib rakyatnya. Saya tidak bisa jawab apa-apa, selain berdoa, semoga rakyat Indonesia bisa memilih pemimpin yang mengayomi rakyat, bukan yang mengganyang rakyatnya.PD bukan partai idola saya, bahkan saya tidak tertarik untuk memilih partai ini. Tapi kalau saya tidak pilih PD, SBY tidak akan ada kans untuk jadi presiden. Calon yang lain ...... jauh dari kriteria pemimpin yang baik. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads