"Akan segera dikirim ke negaranya," kata juru bicara Departemen Luar Negeri (Deplu), Teuku Faizasyah saat dihubungi lewat telepon, Minggu (27/12/2009).
Saat ini, Deplu sedang mengurus proses administrasi untuk memulangkan jenazah Yakob. Namun, untuk penanganan jenazah pria yang meninggal karena sakit infeksi lambung tersebut diserahkan pada imigrasi.
"Sekarang jenazahnya di mana, itu diurus sama imigrasi," tambahnya.
Yakob beserta ratusan imigran lainnya, bertahan di kapal kayu sejak tanggal 11 Oktober lalu. Jumlah imigran dalam kapal tersebut mencapai 242 orang. Kondisi mereka sangat memprihatinkan dan mudah terserang penyakit.
Pemerintah Indonesia sudah berusaha meminta para imigran agar pindah ke lokasi yang sudah disediakan. Namun mereka menolaknya dan memilih bertahan di dalam kapal.
Menurut Faizasyah, Deplu dan Kedubes Sri Lanka sudah membicarakan proses pemulangan para imigran ke negara asalnya. Namun, proses tersebut butuh waktu lama karena sikap para imigran yang tidak kooperatif.
"Kita harus sedikit bersabar karena mereka belum mau kerjasama. Nanti kita akan libatkan UNHCR untuk prosesnya," tutup Faizasyah.
(mad/mad)











































