George: Yayasan Terkait SBY Perlu Diaudit Independen

Kontroversi \'Gurita Cikeas\'

George: Yayasan Terkait SBY Perlu Diaudit Independen

- detikNews
Minggu, 27 Des 2009 07:06 WIB
George: Yayasan Terkait SBY Perlu Diaudit Independen
Jakarta - Kontroversi seputar buku 'Membongkar Gurita Cikeas: Dibalik Skandal Bank Century' tidak terlepas dari catatan penulisnya George Aditjondro yang mengkritisi yayasan- yayasan di sekitar SBY. Ada dugaan aliran dana yang tidak jelas mengalir ke yayasan tersebut sehingga perlu dilakukan audit independen.

"Maksud saya soal yayasan itu adalah semua yayasan yang berafiliasi ke SBY dan Ani Yudhoyono harus diaudit independen, karena ada kemungkinan dana BUMN mengalir ke situ," kata George saat dihubungi lewat telepon, Sabtu (26/12/2009).

Dugaan George bukannya tak berdasar. Dalam struktur kepengurusan beberapa yayasan, terdapat sejumlah nama yang pernah dan masih aktif di lingkungan BUMN. Selain itu, sokongan dana dari pengusaha hitam juga sempat dikabarkan masuk ke salah satu yayasan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Itu semua pengurusnya terpampang jelas di situs-situs yayasan. Bahkan sudah sempat termuat di media, ada yayasan yang mendapat US$ 1 juta dari Joko Tjandra," urainya.

Dengan melakukan audit pada yayasan seperti Yayasan Puri Cikeas, Yayasan Mutu Manikam Nusantara, Majelis Dzikir SBY, dan Yayasan Kepedulian dan Kesetiakawanan, maka publik bisa tahu berapa besar dana yang masuk serta darimana sumbernya. Termasuk juga adanya dugaan dana dari LKBN Antara yang masuk ke tim kampanye SBY.

"Jangan kita berdebat soal berapa jumlahnya. Tapi ada tidak aliran dana itu? Dibantah enggak? Karena saya juga punya sumber yang valid dari orang dalam Antara," jelasnya.

George mengklaim, masih banyak data yang belum ia ungkap di dalam buku terkait sumber dana kampanye SBY. Ia juga menyayangkan pihak KPU dan Bawaslu yang tidak meneliti secara mendalam tentang tim kampanye dan dana kampanye yang digunakan SBY. "Ini dianggap sebagai partai besar. Jadi mereka tidak hiraukan," tutupnya.

Terkait persoalan yayasan, juru bicara Presiden SBY Julian Aldrin Pasha mengatakan ada fakta yang tidak akurat. Saat ini, pihak SBY sedang mempelajari isi buku tersebut. Belum ada rencana gugatan maupun melarang penjualan buku.

Sementara, dana yang dikabarkan mengalir dari LKBN Antara ke tim kampanye SBY di Bravo Media Centre, telah dibantah oleh mantan tim sukses SBY Andi Arief. Andi menegaskan, tidak ada aliran dana sebesar itu dan data yang digunakan George cenderung fitnah.

(mad/mad)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads