MUI Pamekasan Khawatirkan Natalan Berbahasa Arab

MUI Pamekasan Khawatirkan Natalan Berbahasa Arab

- detikNews
Kamis, 24 Des 2009 17:52 WIB
MUI Pamekasan Khawatirkan Natalan Berbahasa Arab
Pamekasan - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pamekasan mengkhawatirkan rencana perayaan Natal yang akan memakai bahasa Arab. Acara yang akan ditayangkan salah satu stasiun TV swasta ini dinilai bisa mendatangkan salah paham.

"Saya khawatir jika bahasa Arab dipakai sebagai bahasa pengantar Natalan akan terjadi ekses yang tidak diinginkan bersama," jelas Sekretaris MUI Pamekasan, Alwi Beq di Pamekasan, Kamis (24/12/2009).

Menurut Alwi, bahasa Arab memang bukan monopoli umat Islam. Umat Nasrani di Libanon, Suriah, Iran dan Irak tidak dipermasalahkan berbahasa Arab dalam khotbah misa Natal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, di Indonesia, hal ini menjadi berbeda. Umat muslim Indonesia masih menghormati bahasa Arab sebagai milik umat Islam. Meski demikian, khotbah Jumat pun dilakukan dengan bahasa Indonesia kecuali pada pembukaan dan doa.

"Jadi, tidaklah jelek jika misa Natal juga menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar khotbah. Sebagai bentuk penghormatan kepada bahasa nasional," saran Alwi.

Itu sebabnya, Alwi bertanya-tanya apakah ada maksud khusus dari gereja yang akan menggunakan bahasa Arab dalam acara Natal. Apalagi acara ini akan disiarkan televisi nasional.

"Sebaiknya Menteri Agama memberikan masukan terkait acara Natal berbahasa Arab tersebut. Ini semua untuk terciptanya kerukunan kehidupan beragama di negeri kita ini," pungkas Alwi. (fay/iy)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads