Prediksi LP3ES:
Golkar No 1, Lalu PDIP-PKB
Selasa, 06 Apr 2004 17:30 WIB
Jakarta - Partai Golkar diprediksi akan unggul dalam perolehan suara dalam Pemilu 2004 kali ini. Kemudian akan diikuti oleh PDI Perjuangan dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).Demikian hasil sementara perhitungan cepat (quick count) yang dilakukan LP3ES dalam Pemilu 2004 kali ini. LP3ES melakukan perhitungan perolehan suara pada 1.416 TPS yang diambil secara acak dari 69 daerah Pemilihan yang tersebar di 32 Provinsi dengan suara sah sebanyak 289.052. Dari perhitungan tersebut diperoleh data Golkar memperoleh suara 22,7 persen, PDIP 18,8 persen dan PKB sebesar 10,7 persen. "Komposisi 3 besar ini diprediksi tidak akan mengalami perubahan besar," ujar peneliti LP3ES yang juga wakil ketua Jaringan Jurdil Pemilu 2004, Rustam Ibrahim, dalam jumpa pers di Hotel Borobudur, Jl.Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Selasa (6/4/2004).Sementara itu, menurutnya, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Demokrat (PD), Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Amanat Nasional (PAN) akan bersaing ketat dalam perolehan suara. PPP diprediksi akan memperoleh suara 8,1 persen, PD 7,3 persen, PKS 7,2 persen dan PAN 6,4 persen. "Keempat partai ini tidak bisa diurutkan karena kami memperkirakan margin error sekitar 1 persen. Jadi, kemungkinan perolehan suara mereka bisa naik atau pun turun sebesar 1 persen," tukasnya. Sementara partai yang hanya mencapai electoral threshold atau sekitar 3 persen adalah Partai Bulan Bintang (PBB) dan Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB). Dan sisanya adalah partai yang tidak mencapai 2 persen antara lain Partai Nasionalis Banteng Kemerdekaan (PNBK), Partai Pelopor, Partai Syarikat Indonesia dan PNI Marhaenisme.Rustam mengungkapkan kesimpulan sementara yang bisa diambil dari perhitungan ini adalah PDIP mulai ditinggalkan pendukungnya pada Pemilu 1999 lalu. "PDIP akan terlihat jelas mengalami penurunan suara yang signifikan dan PKS akan mengalami peningkatan serta Partai Demokrat yang tampil mengejutkan," lanjutnya.Pihaknya menargetkan akan melakukan perhitungan cepat dalam perolehan suara untuk 2.000 TPS. Hasil ini kemungkinan akan berubah lagi karena data ini baru sekitar 71 persen dari target. "Yang jelas kami memprediksi hasil yang kami keluarkan tidak akan jauh berbeda dengan yang diumumkan KPU nanti," demikian Rustam Ibrahim.
(nrl/)











































