"Masalah pemondokan itu masalah klasik yang sangat beragam karena banyak harapan dari 200.000 jamaah yang kita layani," kata Kepala Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja Makkah, Subakin Abdul Muthalib, kepada wartawan yang tergabung dalam Media Center Haji di kantornya, Rabu (24/12/2009) sore waktu Arab Saudi.
Subakin mengakui, jarak pemondokan sangat memengaruhi tingkat permasalahan yang terjadi. "Semakin dekat pemondokan dengan Masjidil Haram tentunya semakin baik, karena akan memudahkan jamaah khususnya menyangkut masalah transportasi," jelasnya.
Menurut Subakin, dengan semakin dekat jarak pemondokan ke Masjidil Haram membuat jamaah semakin mudah dalam melaksanakan ibadah di Baitullah, karena banyak alternatif pilihan transportasi. "Jarak yang semakin dekat membuat jamaah memiliki banyak alternatif untuk menggunakan transportasi dari pemondokan ke Masjidil Haram," ujarnya.
Namun, ketika disinggung soal target pemondokan tahun depan supaya jamaah calon haji bisa mendapatkan lokasi pada Ring 1, Subakin menilai, akan sulit terlaksana. Pasalnya, keterbatasan tempat dan banyaknya jumlah jamaah Indonesia menjadi salah satu kendala.
Kemudian, lanjut Subakin, banyak jamaah dari negara lain yang ingin menyewa di lokasi yang sama juga menjadi kendala tersendiri. "Yang ingin menyewa pemondokan di lokasi Ring 1 itu sangat banyak dan kompetitif. Kita akan bersaing dengan negara-negara lain untuk mendapatkannya," tegasnya.
Subakin menyatakan, untuk memenuhi jumlah kuota jamaah sebanyak lebih kurang 200.000 ribu orang dalam satu lokasi sangat tidak dimungkinkan. "Alternatifnya kita tetap mencari lokasi pemondokan di ring 1 dan 2. Kita akan terus mencari lokasi yang terbaik untuk jamaah calon haji tahun depan mulai sekarang," tandasnya.
Sementara itu, Wakil Kepala PPIH Daker Makkah Bidang Pengawasan Perumahan, Shihabuddin Latief menambahkan, umumnya para pemilik pemondokan merasa senang apabila tempatnya disewa oleh jamaah dari Indonesia. "Jamaah kita dikenal bersih dan suka menggunakan tempat yang kosong di pemondokan untuk sholat berjamaah. Selain itu, jamaah kita dinilai tertib dalam menjaga fasilitas dan kebersihan pemondokan," ungkapnya.
(zal/anw)










































