Howard: Australia Tidak Akan Kirim Pasukan Lagi ke Irak
Selasa, 06 Apr 2004 16:14 WIB
Jakarta - Australia menyatakan tidak punya rencana untuk mengirimkan tambahan pasukan ke Irak. Demikian ditegaskan Perdana Menteri (PM) Australia John Howard hari ini.Meski bentrokan antara pasukan Amerika Serikat dan kelompok Muslim Syiah Irak kian meningkat, namun Howard mengatakan Australia tidak berencana memberikan bantuan militer lebih banyak lagi."Kami tidak punya rencana untuk menyediakan lebih banyak (pasukan)," tukas Howard pada wartawan di Auckland, Australia. "Kita memiliki sekitar 850 pasukan dan personel di sana saat ini dan mereka memegang peran yang sangat penting," tutur pemimpin negeri Kangguru itu."Mereka akan tinggal di sana sampai pekerjaan selesai," imbuhnya seperti diberitakan News.com.au, Selasa (6/4/2004). Ketika ditanyakan apakah dia tetap membuka peluang untuk mengirimkan tambahan pasukan jika diminta, Howard menjawab: "Kami tidak punya rencana soal itu dan saya juga tidak mencari-cari peluang," tandasnya.Situasi di Irak saat ini kian memanas. Dalam insiden terbaru, sedikitnya 11 tentara Italia menderita luka-luka dalam bentrokan dengan beberapa pendukung bersenjata ulama Syiah Moqtada Sadr di kota Nasiriyah, Irak selatan. Demikian dilaporkan sumber militer Italia seperti dilaporkan kantor berita ANSA.Menurut sumber tersebut, kontak senjata terjadi ketika prajurit berusaha membubarkan "beberapa ratus" warga Syiah yang memblokir jembatan di kota tersebut, sekitar 375 kilometer sebelah selatan ibukota Baghdad. Akibatnya, tiga tentara Italia terkena tembakan dan delapan lainnya mengalami luka-luka goresan dan memar.
(ita/)











































