Peringatan ini disampaikan setelah Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad menyatakan tidak peduli dengan ultimatum tersebut.
"Mereka bilang telah memberikan waktu bagi Iran hingga akhir tahun. Memangnya siapa mereka? Kamilah yang telah memberikan mereka kesempatan," cetus Ahmadinejad dalam pidato di Kota Shiraz, Iran selatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bapak Ahmadinejad mungkin tidak mengakui, entah apapun alasannya, deadline telah mendekat, tapi itu deadline yang sangat real untuk komunitas internasional... Dialah yang menentukan apa yang akan dilakukan Iran," kata Gibbs.
Dikatakan Gibbs, negara-negara yang tergabung dalam apa yang disebut P5+1, yakni negara-negara pemegang hak veto di Dewan Keamanan PBB: Inggris, China, Prancis, Rusia dan AS plus Jerman, sepakat soal deadline tersebut.
"Saya pikir komunitas internasional bersatu dalam hal ini. Ini bukan cuma hal yang telah dikatakan presiden AS.... ini hal yang telah dikatakan anggota-anggota P5+1," tegas Gibbs seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (23/12/2009).
Presiden Obama telah menetapkan deadline hingga Desember ini bagi Iran untuk merespons tawaran dialog mengenai isu nuklir Iran. Washington dan sekutu-sekutunya telah mengingatkan, sanksi-sanksi baru yang lebih berat akan diberlakukan jika Iran tidak merespons.
Dalam kesepakatan yang ditawarkan ke Iran dinyatakan, Iran akan mengirimkan simpanan uraniumnya ke luar negeri untuk diproses menjadi batang bahan bakar nuklir. Dengan begitu akan menghapus kekhawatiran Barat bahwa material itu bisa digunakan untuk memproduksi senjata nuklir.
Namun Iran tidak menghiraukan tawaran tersebut. Bahkan Ahmadinejad mencetuskan, dunia internasional bisa memberikan banyak deadline tapi Iran tidak akan peduli.
(ita/iy)











































