PD Mencuat Karena Simpati SBY

PD Mencuat Karena Simpati SBY

- detikNews
Selasa, 06 Apr 2004 11:26 WIB
Jakarta - Mencuatnya Partai Demokrat (PD) dalam Pemilu dinilai bukan karena ideologi partai yang ditawarkan, melainkan lantaran simpati dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang teraniaya Presiden Megawati."PD mencuat dalam pemungutan suara kemarin bukan karena ideologi, sistematis, dan metodologi partai tersebut, melainkan rasa simpati masyarakat terhadap SBY."Demikian pendapat Ketua Badan Pengurus YLBHI Munarman di Kantor YLBHI jalan Diponegoro Jakarta Pusat, Selasa (6/4/2004)."Kalau diperhatikan dari pengalaman selama ini, ketika Mega teraniaya oleh Golkar dan Orde Baru, rakyat memilih Mega pada Pemilu 1999 karena rasa simpati," katanya beranalisa.Menurut Munarman, politik di Indonesia ada dua garis besarnya. Pertama berdasarkan sentimen primordial, kedua berdasarkan sentimen simpati."Mencuatnya PD didasarkan sentimen simpati karena SBY teraniaya oleh Mega. Ditambah lagi dengan momen yang pas saat Pemilu, sehingga masyarakat banyak yang memilih SBY. Jadi bukan PD-nya," tukas dia.Partai-partai papan atas, lanjut dia, harus memperhitungkan keberadaan SBY dalam Pemilu. Contohnya PKB yang juga memanfaatkan SBY teraniaya. Dia melihat ada tiga kubu dalam Pemilu. Pertama konservatif, di mana PDIP berkoalisi dengan Golkar. Kedua, kubu PKB dan SBY. Ketiga, parpol-parpol berbasis Islam.Sedangkan soal kerawanan keamanan saat Pemilu presiden, menurut Munarman tidak akan terjadi. Kalaupun terjadi, konflik yang ada akan diciptakan oleh para elit politik itu sendiri."Saat Mega kalah menjadi presiden, massa PDIP mengamuk. Tapi itu yang menciptakan elit politiknya sendiri. Sedangkan mengenai penegakan hukum, sayangnya semua parpol tidak punya program dan agenda yang jelas," keluh Munarman. (sss/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads