Keempat pekerja bangunan tersebut adalah Abdul Hafid (21), M Herri (22), Agung (23), Santo (30). Demikian data yang dihimpun detikcom di RS Tarakan, Jl Suryopranoto, Jakarta Pusat, Rabu (23/12/2009).
Abdul Hafid terbaring di ruang IGD dengan mata kanan diperban. Menyusul masuk ke ruangan tersebut Herri yang dibawa dengan menggunakan tempat tidur dorong.
Meski kakinya terlihat memar, Santo masih bisa berjalan sendiri tanpa dipapah untuk masuk ke IGD. Namun, pihak rumah sakit belum membolehkan untuk meminta keterangan dari korban.
Para dokter dan perawat hilir mudik dari ruangan IGD untuk menangani korban. Keluarga korban mulai berdatangan. Para pengunjung RS tersebut tampak berkerumun untuk menyaksikan apa yang terjadi.
(irw/nrl)











































