Sharon Cabut Janji untuk Tidak Membahayakan Arafat

Sharon Cabut Janji untuk Tidak Membahayakan Arafat

- detikNews
Selasa, 06 Apr 2004 11:14 WIB
Jakarta - Perdana Menteri (PM) Israel Ariel Sharon menyatakan telah mencabut janjinya untuk tidak membahayakan Presiden Palestina Yasser Arafat. Sharon pernah menyampaikan janji pribadinya itu kepada Presiden AS George W Bush."Saya tidak bertanggung jawab atas keselamatan dirinya," cetus Sharon mengenai Arafat, yang dituduh mendukung kekerasan terhadap warga Israel. Tudingan yang berulang kali telah dibantah Arafat.Sharon mengakui bahwa dirinya pernah berjanji kepada Bush untuk tidak membahayakan Arafat secara fisik. Namun dikatakannya, seperti dilansir kantor berita Reuters, Selasa (6/4/2004), "Ada perubahan-perubahan sejak itu."Dituturkan pemimpin Israel itu, pada saatnya dirinya membuat janji tersebut, Arafat masih dihormati. "Sekarang, bahkan orang-orang itu (yang menghormati Arafat) tahu benar sejauh mana kerusakan yang ditimbulkannya," ujar Sharon kepada harian Israel, Maariv.Namun setiap tindakan terhadap Arafat akan membuat Washington, sekutu utama Israel, marah. Pasalnya, pemerintah AS telah menegaskan pihaknya menentang setiap upaya pengasingan ataupun pembunuhan terhadap Arafat. Dan sikap AS tersebut telah disampaikan dengan jelas kepada Israel."Kami telah memperjelas bahwa mengirim (Arafat) dia ke pengasingan ataupun membunuhnya bukanlah solusi atas situasi di Timur Tengah," ungkap Juru bicara Gedung Putih Scott McClellan kepada wartawan. "Jadi kami telah mempertegas pandangan kami kepada PM Sharon dan dia sangat tahu apa pandangan kami," tandasnya.Sebelumnya dalam wawancara dengan beberapa surat kabar Israel, Sharon mengancam bahwa Arafat bisa menjadi target pembunuhan Israel. Ini merupakan ancaman paling eksplisit yang sejauh ini pernah dilontarkan Sharon terhadap seteru lamanya itu. (ita/)


Berita Terkait