Kementerian Riset dan Teknologi akan membantu program tersebut dari sisi teknologi seperti pengembangan sorgum yang menjadi bahan baku pakan ternak dengan teknologi radiasi, teknologi inseminasi buatan dan teknologi gertak birahi untuk meningkatkan produktivitas sapi-sapi betina.
Menurut Menristek, program NTB-BSS merupakan suatu gerakan terobosan dalam pengembangan peternakan sapi dengan lebih mengutamakan pemberdayaan sumber daya lokal, sehingga terjadi percepatan pengembangan peternakan sapi menuju populasi satu juta ekor dalam waktu lima tahun (2009 β 2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh karena itu, lanjut dia, perlu sentuhan teknologi bagi NTB-BSS dalam rangka mendorong peningkatan populasi sapi.
"Tidak hanya menyiapkan bibit yang baik tetapi juga ketersediaan pakan berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan populasi sapi," kata Menristek.
(lrn/did)











































