Diduga perubahan yang terburu-buru ini untuk memuluskan pemberian FPJP bagi Bank Century.
"Kenapa BI mengubah PBI yang semula CAR minimal 8 persen menjadi positif? Apakah ini supaya Bank Century mendapat FPJP?" tanya anggota Pansus dari Fraksi Partai Golkar, Agun Gunandjar Sudarsa dalam pemeriksaan Deputi GUbernur BI Budi Rochadi di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (22/12/2009) malam.
Menurut Agun, perubahan PBI ini perlu diperdalam dengan mengetahui alasan-alasannya. Sebab dengan perubahan PBI ini lah kemudian BI memberikan FPJP kepada Bank Century.
Menjawab pertanyaan itu, Budi Rochadi menjelaskan bahwa perubahan PBI yang dilakukan BI itu tak terlepas dari situasi krisis yang terjadi pada saat itu. Menurutnya saat itu memang harus dilakukan penyelamatan.
Bank Century, kata Budi, memang bermasalah karena dampak likuiditas yang ketat meskipun ada dugaan karena miss manajemen. Budi juga mengatakan banyak terjadi penarikan dana di bank itu.
Namun, Budi memastikan pemberian FPJP lebih karena situasi perekonomoian saat itu yang memang harus melakukan penyelamatan terhadap Bank Century.
"Kalau saya lihat itu lebih karena situasi krisis saat itu," jawab Budi.
Sebelumnya, Miranda Goeltom juga menerangkan hal yang sama soal perubahan PBI untuk memberika FPJP bagi Bank Century.
Menurutnya, dalam keadaan krisis saat itu memang BI merupakan sumber terakhir melalui FPJP walaupun persyaratannya sulit diikuti bank dalam situasi krisis.
"Saat itu hanya menggunakan riset yang sudah ada dan dibahas di Direktorat Hukum BI, jadi tidak perlu riset setengah tahun," jelasnya.
Β
Miranda juga tidak tahu apakah ada bank lain yang menggunakan mekanisme FPJP setelah Bank Century.
"Saya tidak ingat tetapi kalau pada waktu itu tidak dilakukan penanganan dikhawatirkan akan mempengaruhi bank lain, ini adalah preventif, sebelum itu terjadi," jawab wanita berambut pendek ini.
(Rez/lrn)











































