“Satu orang berhasil diselamatkan, empat lainnya meninggal. Kemungkinan saat mendorong sampah tidak keluar airnya, terus terseret arus dan tenggelam sehingga kehabisan nafas,” kata Kapolsek Jatinegara Kompol Srijanto saat dihubungi wartawan, Selasa (22/12/2009).
Srijanto mengatakan, peristiwa terjadi sekitar pukul 10.30 WIB. Saat itu, Ruswandi (31), Agung Supriyadi (25), Andi (22), Ridwan (20) dan Alim (17) mendapat pekerjaan membersihkan gorong-gorong di bawah jembatan Gunung Antang, Kampung Melayu, Jakarta Timur. Kelimanya adalah warga Prumpung Sawah RW 4, Cipinang Besar Utara, Cipinang, Jakarta Timur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, tiba-tiba arus sungai bertambah deras. Arus itu kemudian mendorong para korban hingga ke dalam sungai. Saat itu, Ruswandi berhasil menyelamatkan diri. Namun, keempat temannya tidak muncul ke permukaan. Ruswandi kemudian berlari mencari pertolongan warga.
Tidak lama kemudian, polisi kemudian datang dengan tim SAR dari Pemadam Kebakaran (Damkar). Beberapa jam kemudian, satu persatu jenasah berhasil dikeluarkan dari dalam sungai. Pencarian kemudian dihentikan sekitar pukul 14.00 WIB setelah semua korban tenggelam ditemukan.
Atas peristiwa itu, polisi kemudian memeriksa 2 saksi yakni Ruswandi dan seorang mandor. Srijanto mengatakan, pemeriksaan mandor dititikberatkan pada masalah safety dan prosedur pekerjaan.
Periksa Mandor & Dinas PU
“Tadi sudah saya minta anggota untuk menanyai masalah itu sama mandornya. Tapi hasilnya saya belum baca,” paparnya.
Rabu (23/12) besok, polisi akan memintai keterangan dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Pengairan. Para pekerja, kata Srijanto sudah bekerja membersihkan gorong-gorong tersebut selama 10 hari ke belakang.
“Memang di situ banyak sampahnya,” tandasnya. (mei/ape)











































