Kejadian ini bermula dari rasa tidak puas sebagian anggota Pansus Century terhadap Miranda yang beberapa kali menjawab tidak tahu dan tidak ingat atas sejumlah pertanyaan yang mereka ajukan. Merasa dirinya dianggap bodoh, Deputy Gubernur Senior BI itu pun bersedih hati.
"Saya disumpah, saya berkata benar kalau saya tidak tahu. Kalau saya menjawab tidak tahu itu karena memang saya benar-benar tidak tahu. Tetapi kenapa bapak-bapak tidak terima juga? Kok saya terus ditanya mengapa tidak tahu dan tidak ingat, seolah saya ini orang bodoh," kata Miranda sedih.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tetap dengan nada lirih, Miranda mencoba menjelaskan posisi dirinya. Di dalam struktur BI setiap pejabat mempunyai cakupan tugas yang jelas dan tegas sehingga boleh jadi satu sama lain tidak saling mengetahui secara detail apa saja yang menjadi pertimbangan dalam mengambil suatu langkah kebijakan tertentu.
"Saya beritahu ya Pak, pertanyaan Bapak-bapak itu seharusnya ditanyakan ke Deputy Pengawasan. Mengapa tidak dipanggil Deputy Pengawasan? Mengapa yang dipanggil hanya Miranda? Saya tidak tahu masalah pengawasan itu. Saya merasa didiskriminasi. Semestinya yang dipanggil yang tahu pengawasan, yakni Aulia Pohan, Maman Sumantri dan Siti Fajriah," paparnya.
Usai curhat tentang pertanyaan salah alamat itu Miranda sampaikan, untuk sesaat suasana ruang rapat menjadi hening. Tidak ada satu pun dari anggota Pansus yang mencoba menyela hingga salah satu di antara mereka memecah keheningan dengan kembali melontarkan pertanyaan. (lh/iy)











































