Pansus Century Harus Konfrontir Petinggi BI

Pansus Century Harus Konfrontir Petinggi BI

- detikNews
Selasa, 22 Des 2009 17:25 WIB
Pansus Century Harus Konfrontir Petinggi BI
Jakarta - Serangkaian pemeriksaan terhadap sejumlah petinggi Bank Indonesia (BI) menghasilkan dua jawaban bertolak belakang atas pertanyaan tentang dampak sistemik. Maka harus ada pemeriksaan lanjutan agar terungkap apakah kalah kliring Bank Century bisa berdampak sistemik atau bukan.

"Skornya 2:2, harus ada pemanggilan berikutnya karena semua jawaban itu harus dikonfrontir," kata anggota FPKS DPR M Misbakhul usai diskusi bertajuk 'Centurygate Under Cover' di Gedung FMIPA UI, Depok, Jawa Barat, Selasa (22/12/2009).

Jawaban yang dia maksud adalah yang disampaikan oleh Burhanudin Abdullah (mantan Gubernur BI), Anwar Nasution (mantan Deputi Senior Gubernur BI), Miranda Goeltom (Deputi Senior Gubernur BI) dan Boediono (mantan Gubernur BI). Dua nama pertama menyatakan krisis yang menimpa Bank Century tidak berdampak sistemik terhadap perbankan nasional, sebaliknya dua terakhir punya keyakinan berbeda dan karena itu perlu upaya penyelamatan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pak Burhanudin menjawab tidak, Pak Anwar juga bilang tidak. Tetapi Bu Miranda menjawab ya, begitu juga Pak Boediono," ujar salah seorang inisiator angket Century ini.

Karena tidak tergabung dalam pansus angket Century, lebih lanjut Misbakhul berharap rekan-rekannya bekerja efektif dan efisien mengungkap dugaan skandal bailout senilai Rp 6,7 triliun itu. Bila memang dugaan itu terbukti maka yang bersalah harus diproses secara hukum dan bila tidak terbukti maka harus ada rehabilitasi terhadap pihak-pihak yang selama ini dipermasalahkan.

"Sekalipun pansus nanti tidak menghasilkan apa pun, tetap harus dihargai sepanjang itu transparan dan terbuka," sambung anggota Komisi VI DPR ini.

Sebelumnya, Ketua Pansus Century Idrus Marham menyatakan, penjelasan Boediono telah memberikan penjelasan secara umum. "Yang kita perlukan berikutnya pendalaman dan konfrontir dengan pejabat dibawahnya," ujar Idrus.

(lh/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads