Pencoblosan di KBRI Washington Diwarnai Demo Soal Aceh
Selasa, 06 Apr 2004 03:03 WIB
Washington - Aksi demo menuntut Aceh merdeka mewarnai pencoblosan di Gedung KBRI Washington, DC, AS yan digelar Senin (5/4/2004). Akibatnya panitia TPS agak tegang. Untungnya pencoblosan tetap berlangsung lancar. Demo sendiri dilakukan oleh sekitar 20 orang, persis di depan KBRI. Mereka mengacung-acungkan poster yang mengeritik keras tindakan militer di Aceh.Pemilu di gedung KBRI Washington,DC itu sendiri dibuka pukul 13.00 waktu setempat. Namun satu jam setelah TPS dibuka, suasana masih terasa 'adem ayem'. Maklum selain KBRI diliburkan masyarakat juga masih berada di tempat kerja masing-masing. Hingga laporan ini diturunkan, sudah hampir seratusan pemilih yang datang ke TPS untuk mencoblos.Seperti laiknya Pemilu di tanah air, di KBRI Washington, Pemilu juga dihadiri saksi dari parpol. Dina adalah saksi PKB yang datang khusus dari Michigan sedang Rachmad Putranto yang pegawai KBRI Washington,DC adalah saksi untuk PDIP. Dari PK Sejahtera yang menjadi saksi adalah Barokah Widodo, seorang IT professional alumni Illinois University yang baru tiga bulan tinggal di Washington,DC. Dari daftar pemilih tetap yang ada di PPLN Washington,DC hampir separuhnya melakukan pemilihan melalui pos. Menurut wakil dari PKS, ia yakin para pemilih akan banyak datang ke TPS pada sore hari ini setelah usai jam kerja.Pencoblosan di KBRI akan berlangsung selama enam jam sesuai dengan undang-undang yang ditetapkan. TPS akan ditutup pada pukul 19.00, untuk selanjutnya dilakukan penghitungan suara hingga pukul 22.00.
(iy/)











































