Dari Perintah Atasan, Cium Kaki Hingga Target Antasari

Testimoni Wiliardi

Dari Perintah Atasan, Cium Kaki Hingga Target Antasari

- detikNews
Selasa, 22 Des 2009 16:54 WIB
Dari Perintah Atasan, Cium Kaki Hingga Target Antasari
Jakarta - Testimoni Kombes Pol Wiliardi Wizar, salah satu terdakwa kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen, beredar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan. Testimoni setebal 7 halaman itu ditandatangani oleh Wiliardi dan Novarina, istri Wiliardi.

Testimoni yang beredar di PN Jakarta Selatan, Selasa (22/12/2009), tersebut menjelaskan percakapan antara Wakabareskrim Irjen Pol Hadiarmoko dengan Wiliardi soal kesepakatan selama pemeriksaan.

Inilah kutipan percakapan yang dituturkan Wiliardi. Percakapan ini bertanggal 30 April 2009, pukul 09.00 WIB, di ruang Kaden B Mabes Polri.

(Irjen Pol Hadiatmoko) Moko: Kalau kau diperiksa penyidik kamu bilang aja kalau saya dapat perintah dari Antasari untuk membunuh, tetapi pelaksanaannya saya perintahkan orang lain.

Wili:
Lho, itu berat lho, Pak.

Moko :
Sudahlah, kau ikutin aja itu perintah pimpinan, kamu habis ini didisiplinkan sajalah, anggap saja kamu sudah menyalahi kewenangan kamu dalam tugas ini.

Wili:
Kalau memang itu perintah pimpinan, saya laksanakan Pak, tapi saya minta dijamin.

Moko:
Ya dijaminlah.

Wili:
Saya salaman dan saya cium kaki beliau terima kasih Pak, bapak telah
membantu saya.

Moko:
Nanti penyidik saya kontak.

Selanjutnya dalam pemeriksaan pukul 23.30 WIB datang Direskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Iriawan, bersama Wadir AKBP, Tornagogo, dan 2 penyidik AKBP Daniel Tifaona dan Nico Afinta.

Kombes Iriawan: Bagaimana Wil? Sehat Wil? Apa Wakabareskrim sudah menemui kamu? Saya diperintahkan oleh pimpinan untuk memeriksa kamu karena target kita adalah Antasari, nanti dalam pemeriksaan mengaku saja bahwa saya diperintah Antasari.

AKBP Daniel (ikut berkomentar):
Bang, saya dulu nembak orang cuma dihukum 2 tahun dan nggak dipecat. Sebaiknya abang ngaku saja.

Wili:
Bagaimana, saya kan tidak melakukan itu kok disuruh ngaku, tapi terserahlah, Wan! Kalau itu memang perintah pimpinan, sudahlah ikutin saja, Wan!

Wiliardi pun sempat menelpon Sigid terkait pembuatan BAP ini.

Sigid: Sudahlah mas, ikuti saja perintah penyidik kita selamat, karena
targetnya Antasari kok.


Sebagian isi testimoni ini pernah diungkapkan Wiliardi saat menjadi saksi bagi Antasari Azhar. (rdf/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads