Hal itu disampaikan Ahmadinejad dalam wawancara dengan jaringan televisi AS, ABC seperti dilansir kantor berita Reuters, Selasa (22/12/2009).
Dalam wawancara tersebut, Ahmadinejad ditanyai mengenai pemberitaan Times of London pekan lalu tentang dokumen teknis rahasia AS. Dalam dokumen tersebut dijabarkan rencana empat tahun untuk menguji coba neutron initiator, bagian hulu ledak nuklir yang menimbulkan ledakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditegaskan Ahmadinejad, pemberitaan bahwa Iran tengah mengupayakan alat picu bom "tidak benar secara mendasar."
Pada 14 Desember lalu, media Inggris, The Times of London memuat apa yang disebutnya sebagai dokumen berbahasa Farsi beserta terjemahannya dalam bahasa Inggris. Dokumen tersebut berjudul: "Outlook for Special Neutron-Related Activities Over the Next Four Years".
Dalam dokumen itu dijabarkan langkah-langkah untuk mengembangkan dan menguji coba alat picu bom atom. Pekan lalu juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Ramin Mehmanparast menyebut berita tersebut "tak berdasar, tak layak untuk mendapat perhatian, yang dimaksudkan untuk memberikan tekanan politis dan psikologis.
Negara-negara Barat telah lama menuding Iran diam-diam berupaya memproduksi bom atom lewat program nuklir yang dijalankannya. Namun pemerintah Iran berulang kali menegaskan, program pengayaan uraniumnya semata-mata dimaksudkan untuk menghasilkan energi listrik.
(ita/iy)










































