Rasit Darwis (35), narapidana seumur hidup dari Lapas Sukamiskin. Kata dia, penyebab utama narapidana kabur karena masalah sumber daya manusia (SDM) yang kurang.
"Setelah saya turun ke lapangan, ini masalah SDM. Setiap hari, ratusan narapidana masuk ke penjara. Padahal, petugasnya tidak bertambah. Bahkan ada 1 petugas mengawasi 100 napi. Ini tidak logis," kata Patrialis.
Hal ini disampaikan Patrialis usai menghadiri acara Peringatan Hari Ibu di Sasono Langen Budoyo, Kompleks TMII, Jakarta Timur, Selasa (22/12/2009).
Menurut Patrialis, rasionalnya 1 petugas mengawasi 25 napi. "Itu masih oke. Tetapi, kalau 1 petugas mengawasi 100 napi atau 75 napi ini tidak logis," ujar dia.
Alasan kedua, lanjut dia, peralatan yang dimiliki sudah lama. "Ini tidak hanya tanggung jawab kita saja. Butuh sinergi. Semua pihak harus juga memikirkan ini," kataย politisi PAN ini.
Patrialis meminta Menneg Pendayagunaan Aparatur Negara (PAN) EE Mangindaan agar SDM di Lapas harus diperbanyak supaya tidak terjadi hal-hal seperti ini.
Seorang narapidana kasus pembunuhan Rasit Darwis, melarikan diri dari Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, Bandung, Minggu 20 Desember 2009. Satu petugas lapas terluka akibat tembakan pistol yang diduga dari pembesuk yang membantu napi kabur.
(aan/iy)











































