Tatang menjelaskan, perlu waktu minimal 10 bulan untuk memastikan sebab-sebab tergelincirnya pesawat tersebut. KNKT juga akan mengirimkan draft laporan akhir investigasi ke pabrik pesawat Boeing di Amerika Serikat. Selanjutnya, pihak Boeing akan memberikan rekomendasi pada operator maskapai tentang pesawat pabrikannya.
Menurut Tatang, sesuai laporan pilot Zayarlie Zain, pesawat Merpati MZ 766 mengalami kegagalan landing gear system. Saat pesawat itu mendarat pada pukul 01.51 Wita, 21 Desember kemarin, cuaca hujan deras. Sesaat sebelum mendarat pesawat seperti terhempas ke landasan pacu, sehingga roda pesawat menjadi longgar dan akhirnya keluar dari landasan pacu sejauh 360 meter.Β
Sesuai filosofi yang dianut oleh KNKT, lanjut Tatang, pihaknya hanya mencari fakta-fakta tanpa bermaksud menghakimi pihak operator maskapai. Hasil investigasi juga tidak dapat dijadikan dasar tuntutan ganti rugi oleh konsumen maskapai Merpati.
"Kita juga akan memeriksa dua kotak flight report atau kotak hitam pesawat naas itu," ujar Tatang, saat menggelar jumpa pers di Makassar, Selasa (22/12/2009).
Sementara Direktur Teknik Merpati Airlines, Hotlan Siagian, mengatakan pesawat Merpati MZ 766 dalam kondisi prima. Tidak ada komplain apa pun dari pilot sebelum terbang.
"Sesaat sebelum mendarat terjadi perubahan udara drastis 50 feet. Pesawat turun dengan cepat karena hampa udara sehingga terjadi hentakan pendaratan," ujar Hotlan.
(mna/djo)











































