Kelompok yang pertama beraksi adalah Aliansi Rakyat Untuk SBY (Arus), di depan DPR, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (22/12/2009). Berkekuatan 100 orang, mereka menyatakan dukungannya kepada Boediono, . Aksi mereka tidak lama dan bubar seiring hujan pada pukul 10.00 WIB.
Aksi langsung disambung seratusan orang dari Barisan Rakyat Anti Korupsi (Barak) yang tiba di lokasi pada pukul 13.00 WIB. Mereka justru meminta SBY menonaktifkan Boediono dan Menkeu Sri Mulyani. Sama seperti kelompok pendahulunya, mereka bubar saat hujan semakin deras mengguyur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka berpayung poster kertas yang langsung rusak terkena hujan lebat. Sementara sang orator berpidato dari atas truk pengeras suara sambil memakai helm. Massa membentangkan spanduk kain bertuliskan 'Boediono-Sri Mulyani Vampire of Century'.
Mereka menuntut penonaktifan Boediono dan Sri Mulyani. Sekitar 20 polisi bertameng dan berjas hujan menjaga aksi ini.
"Nanti masih ada 2 demo lagi yang tersisa. Tuntutannya sama, seputar penonaktifan Boediono," kata Komandan Pengamanan DPR Kudiarto yang ikut menjaga aksi. Hingga pukul 14.00 WIB, aksi masih terus berlangsung.
(fay/lh)











































