"Polisi berdalih Kelik melakukan perlawanan saat penggerebekan dan karena itu ditembak mati. Harusnya itu bisa dihindari karena dasar penangkapan Kelik juga patut dipertanyakan," kata Poengky Indarti dari Jaringan Peduli HAM Papua di Kantor Imparsial, Jl Diponegoro, Jakarta, Selasa (23/12/2009).
Poengky mengingatkan sebelum penembakan, Kapolda Papua Irjen Pol Bagus Ekodanto menyatakan pihaknya belum menemukan bukti bahwa pelaku penembakan terhadap karyawan Freeport adalah gerakan OPM atau hubungannya dengan Kelik Kwalik. Tetapi tiba-tiba satuan gabungan Densus 88 dan Brimob menggerebek Kelik hingga tewas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Poengky juga menilai tidak tepat pengenaan stigma separatis terhadap warga Papua. Stigma ini yang kemudian dijadikan pembenaran bagi aparat keamanan melakukan tindak kekerasan di sana dengan dalih penegakan hukum.
"Penembakan itu juga menimbulkan rasa khawatir di kalangan masyarakat Papua bahwa dengan tudingan aksi separatis kejadian serupa bisa menimpa siapa saja di Papua," tegasnya.
(lh/iy)











































