Sebagai aksi penolakan, para pedagang melempari petugas Satpol PP mengunakan batu saat hendak merubuhkan lapak dagangan pedagang. Akibatnya, petugas terpaksa mundur menghindari menjauhi lokasi Pasar Meranti. Untuk mengamankan penertiban, Poltabes Medan terpaksa menurunkan seratusan personil kepolisian ke lokasi kejadian. Meski begitu, para pedagang tetap bertahan dan mencoba menghalangi alat berat dengan berdiri di depan lapak.
Aksi para pedagang yang umumnya kaum ibu ini, lagsung diamankan polisi. Akibatnya, para pedagang menjerit histeris. Tedora Silalahi, seorang pedagang mengatakan, penolakan para pedagang akibat pasar yang telah disediakan Pemko Medan di Jl. Muhammad Idris, sekitar 100 meter dari Pasar Meranti, tidak dapat menampung jumlah pedagang Pasar Meranti yang mencapai 210 pedagang.
"Pasar yang baru kecil dan tidak muat untuk semua pedagang. Belum lagi lokasinya berada di jalan sempit, jadi sesak hingga pembeli malas datang," kata Silalahi.
Sementara Tiurida mengatakan, lebar meja lapak yang disiapkan Pemko Medan di pasar yang baru hanya sekitar 80 centimeter.
"Tidak cukup menampung semua jualan kita. Untuk apa itu," kata Tiurida.
Dalam bentrokan ini, petugas terpaksa mengamankan sedikitnya empat orang pedagang dari kerumunan massa karena dinilai menjadi provokator untuk melakukan penolakan penertiban lapak pedagang.
(rul/djo)











































