Boediono: Penyelamatan Century Keputusan Terbaik

Kasus Bank Century

Boediono: Penyelamatan Century Keputusan Terbaik

- detikNews
Selasa, 22 Des 2009 11:29 WIB
Boediono: Penyelamatan Century Keputusan Terbaik
Jakarta - Mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) Boediono bersikukuh penyelamatan Bank Century pada November 2008 lalu adalah keputusan yang terbaik. Hal itu didasarkan berbagai kondisi yang dikhawatirkan bisa memicu terulangnya krisis jilid II.

"Saya sangat yakin apa yang kita ambil keputusan itu adalah keputusan yang terbaik. Apabila ada masalah hukum, penyelewengan harus kita tuntaskan. Tapi bailout dalam situasi saat itu adalah keputusan yang terbaik," tegas Boediono dalam rapat dengan Pansus Century di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Selasa (22/12/2009).

"Saya siap bertanggung jawab di dunia dan akhirat," tambah Boediono yang tampak tenang ini.

Mantan Menkeu ini juga kembali menjelaskan, kondisi pada akhir 2008 dan awal 2009 itu hampir menyerupai krisis tahun 1997-1998. Kurs rupiah melonjak-lonjak dari Rp 9.000 per dolar AS hingga mendekati Rp 13.000 per dolar AS. Cadangan devisa merosot tajam, likuiditas mengering karena aliran dana keluar dan antar bank berhenti saling meminjamkan.

"Ini situasi krisis dimana semua harus direspons dengan cepat. Oleh sebab itu, situasinya modal keluar dari Indonesia, meski terjadi banyak negara berkembang, tapi Indonesia paling parah salah satunya karena negara sekeliling kita blankeet guarantee , penjaminan penuh bagi simpanan," paparnya.

Indonesia ketika itu memilih tidak menerapkan penjaminan penuh dan hanya menaikkan batas penjaminan simpanan nasabah dari Rp 100 juta menjadi Rp 2 miliar.

"Ini sangat membuat aliran dana keluar kita lebih besar dari negara lain. Akibatnya kurs melonjak. Ini satu indikasi situasinya tidak normal," tegasnya lagi.

Situasi tersebut, lanjut Boediono, menyebabkan bank kecil menjadi eksklusif sehingga harus diselamatkan.

"Supaya kita tidak mengulang yang terjadi tahun 1997/1998. Dan hasilnya jelas berbeda dengan yang kita alami ketika itu. Situasi sekarang lebih baik dari negara lain," imbuhnya lagi.

Boediono menyebutkan, salah satu indikator keberhasilan langkah tersebut adalah positifnya pertumbuhan ekonomi Indonesia di saat negara-negara lain mencatat pertumbuhan ekonomi negatif. Hanya China, Indonesia dan India yang berhasil mencetak pertumbuhan ekonomi positif.

"Ini salah satu perbedaan yang kita lakukan dan 10 tahun lampau meski situasinya kurang lebih sama," pungkasnya.

(qom/dnl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads