Seperti dilansir The Star, Selasa (22/12/2009), seorang wanita (77) yang tinggal di Bukit Bandaraya, Bangsar, Kuala Lumur kehilangan perhiasan dan barang-barang berharganya senilai RM 700 ribu atau sebesar Rp 1,9 miliar akibat penipuan.
Si wanita mengatakan peristiwa ini terjadi pada 28 November lalu. Saat itu, dia menerima telepon dari seorang perempuan tak dikenal yang memberitahukan bahwa akan ada tukang reparasi yang datang ke rumahnya untuk memeriksa katup kompor gasnya.Β
Segera setelah telepon tersebut, seorang pria datang ke rumahnya dan mengaku sebagai tukang reparasi. Ketika si pria sedang memperbaiki kompor gas, si wanita menerima telepon lain.
Kali ini si penelepon mengaku sebagai polisi dan menyarankannya untuk menyembunyikan perhiasan emasnya dari tuyul. Pria yang mengaku polisi ini meminta si wanita membungkus perhiasannya dengan kain putih dan menempatkan sehelai daun di atas ikatan bungkusan kain tersebut.
Karena sangat percaya takhayul, si wanita pun menuruti saran si penelepon. Selanjutnya, si wanita menyadari bahwa si tukang reparasi dan perhiasannya telah hilang.
Petugas kepolisian setempat, Azri Abdul Rahman, mengatakan, polisi berhasil menemukan sebagian perhiasan yang hilang setelah sindikat perampok yang terdiri atas seorang wanita dan lima pria berhasil ditangkap dalam sebuah aksi perampokan berantai pada 16 Desember lalu.
Sindikat ini diyakini bertanggung jawab atas 14 kasus serupa pada tahun ini, dan semua korbannya adalah wanita paruh baya yang percaya takhayul.
(nvc/nrl)











































