Pasien di RSCM Bisa Mencoblos dengan Cara Diwakilkan

Pasien di RSCM Bisa Mencoblos dengan Cara Diwakilkan

- detikNews
Senin, 05 Apr 2004 13:01 WIB
Jakarta - Kondisi fisik yang lemah tidak menghalangi pasien di Rumah Sakit Cipto Mangunkusuma (RSCM) untuk menggunakan hak pilihnya. Mereka dimungkinkan untuk menunjuk orang yang dipercaya untuk mewakili mereka saat mencoblos.Kebijakan ini diambil oleh Panitia Pemungutan Suara (PPS) di RSCM dengan syarat pasien yang kondisi fisiknya tidak memungkinkan untuk memilih sendiri ini masih bisa berkomunikasi dengan baik. Sehingga ia bisa memberi instruksi kepada orang yang dipercaya untuk mewakilinya saat mencoblos.Menurut pemantauan detikcom di RSCM, Jl. Diponegoro, Jakarta Pusat, Senin (5/4/2004), cara menggunakan hak suaranya dengan cara diwakili ini antara lain dilakukan oleh seorang penderita stroke. Yang mewakili adalah anggota keluarga si pasien.Si anggota keluarga memilih di dalam bilik suara yang disediakan oleh petugas TPS berjalan RSCM. Kemudian ia mencoblos sesuai instruksi pasien dan disaksikan oleh pasien. Proses ini diamati oleh seorang saksi yang bisa mendengar suara pasien tersebut, untuk membuktikan si pasien bisa berkomunikasi dengan baik.Soal memilih dengan cara diwakili ini Ketua TPS berjalan Syahfian menyatakan, "Kami memperbolehkan pasien diwakili pencoblosannya oleh keluarga atau orang yang dipercaya bila kondisi fisik pasien tidak memungkinkan. Tapi harus ada yang saksi yang mendengar yang mendengar suara pasien tersebut."Syafian tidak bisa menjelaskan berapa jumlah pasien yang memilih dengan cara diwakilkan. Tapi yang jelas ada lebih dari satu orang. Syafian, misalnya, menyebutkan ada pasien ibu hamil yang menunjuk suaminya untuk mewakili dalam pemungutan suara.Ditambahkan Syafian, TPS berjalan sebenarnya ditujukan untuk pasien, tapi dalam prakteknya sejumlah dokter dan perawat juga memanfaatkan TPS berjalan. Padahal ditargetkan pukul 13.00 WIB prose pemungutan selesai. "Diusahakan ya. Tapi yang penting semua pasien selesai memilih. Kalau lebih dari pukul 13.00, ya bagaimana lagi," ujarnya.Empat TPSProses pemungutan suara di RSCM sendiri dimulai sejak pukul 08.00 WIB dan sampai sekarang masih berlangsung. Menurut drg. Helmi Rustam, koordinator pendukung pemilu RSCM, jumlah pasien yang memiliki hak pilih ada 200 orang, sedang dokter dan perawat sekitar 500 orang.Untuk pelaksanaan pemilu di RSCM ini disediakan empat TPS. "Yaitu dua TPS tetap, dan dua TPS berjalan. TPS tetap diperuntukkan bagi karyawan RSCM dan keluarga pasien. Sedang TPS berjalan diperuntukkan bagi pasien yang sedang dirawat," jelasnya.Dijelaskan Helmi, untuk teknis pemilihan pihaknya mensyaratkan pasien yang akan menggunakan hak pilih harus memiliki kartu pemilih. "Untuk pasien, jika secara fisik tidak memungkinkan, misal dalam keadaan koma, maka tidak memilih," lanjutnya.Salah seorang pasien yang menggunakan hak pilih adalah Yovita Sari (25). Penderita demam berdarah dengue ini sudah lima hari dirawat, dan kondisi fisiknya sudah cukup baik. Ia mengaku tidak mengalami kesulitan saat memilih.Yang membuat bingung Yovita justru cara memilih parpol dan calegnya. Tapi oleh petugas KPPS dijelaskan cara memilih. "Untuk kerahasiaan cukup terjamin. Karena selama memilih ditutup oleh pembatas," katanya. (gtp/)


Berita Terkait