Pemilu di Papua, 11 Kabupaten Lancar, 9 Bermasalah

Pemilu di Papua, 11 Kabupaten Lancar, 9 Bermasalah

- detikNews
Senin, 05 Apr 2004 12:32 WIB
Bandung - Pemilu pada 11 kabupaten di Papua berjalan lancar. Tapi ada 9 kabupaten yang kemungkinan bermasalah karena ada penundaan di beberapa TPS."Soal Pemilu susulan akan dilakukan secepatnya sesuai dengan kondisi daerah itu. Kita tidak bisa paksakan. Kita serahkan semuanya kepada KPUD masing-masing."Demikian kata Ketua KPU Nazaruddin Syamsuddin saat meninjau situasi pencoblosan di TPS 003 Pamoyanan, Cicendo, Bandung. Kemudian ke TPS 6 dan 7 Pasir Kaliki, Cicendo, Bandung di Panti Sosial Bina Netra Wiyataguna jalan Padjajaran Bandung, Senin (5/4/2004).Turut serta juga Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto, Kapolri Jenderal Da'i Bachtiar, dan Mendagri sekaligus Menko Polkam Ad Interim Hari Sabarno.Mengenai situasi keamanan Pemilu di Papua, Da'i mengatakan, hanya sedikit gangguan, itupun tidak signifikan.Sedangkan Tarto menjelaskan belum ada permintaan dari pihak kepolisian untuk pengamanan di Papua. Namun untuk surat suara, ada beberapa daerah yang sampai kemarin belum menerima."Kita harapkan bisa didistribusikan hari ini. Semuanya all out supaya jaraknya tidak berbeda jauh dengan pelaksanaan Pemilu hari ini. Kemungkinan besar paling cepat bisa dilaksanakan besok," kata Tarto.Pada kesempatan yang sama, Hari menilai, untuk pelaksanaan Pemilu di beberapa daerah secara keseluruhan, pihaknya masih meneliti beberapa persiapan, terutama di daerah-daerah yang rawan konflik seperti Papua."Di Papua kemungkinan tidak terjadi tepat waktu, yakni jam 07.00 seperti sini," ujarnya. Ditegaskan dia, tidak ada istilahnya Pemilu lanjutan sampai tingkat nasional atau propinsi, paling pada level yang berhak mengeluarkan keputusannya pada KPU daerah dan kabupaten/kota."Untuk pelaksanaan Pemilu susulan paling cepat besok pagi dan bisa sampai beberapa hari, tergantung kesiapan daerah atau kabupaten/kota masing-masing yang mungkin terjadi keterlambatan di tingkat TPS," kata Hari.Mengenai daerah rawan konflik, sampai sekarang tidak ada permintaan tambahan pengamanan untuk Pemilu. "Nyata-nyatanya tidak ada masalah yang signifikan," tandas Hari. (sss/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini