Peristiwa ini terjadi di pintu gerbang kantor DPRD Jawa Tengah, Jalan Pahlawan, Semarang, Senin (21/12/2009).
Pada awalnya, aksi yang menuntut Boediono dan Sri Mulyani dinonaktifkan itu berjalan damai. Bahkan di tengah guyuran hujan, sejumlah mahasiswa masih berorasi secara bergantian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena tidak sabar, para mahasiswa mendorong barikade polisi. Yang didorong, tentu saja, tidak terima. Polisi pun balas mendorong.
Entah siapa yang memulai, di sela aksi saling dorong itu terlihat ada pukulan. Lalu, salah satu mahasiswa diseret keluar barisan dan dibawa masuk ke Gedung DPRD.
Barisan mahasiswa sempat bubar dan berpencar. Namun mereka segera merangsek dan meminta temannya dibebaskan. Namun permintaan itu tak dipenuhi.
Setelah hujan sedikit reda, mahasiswa akhirnya meninggalkan lokasi setelah membacakan pernyataan sikap. Mereka kembali ke kampus yang letaknya di ujung timur kota Semarang ini.
(try/nvc)










































