Jika Sabtu, Peserta Lebih Banyak

Nyoblos di Singapura

Jika Sabtu, Peserta Lebih Banyak

- detikNews
Senin, 05 Apr 2004 12:26 WIB
Jakarta - Di luar negeri, banyak WNI mengeluh karena coblosan pada Senin, saat mereka mesti mengais rejeki. Coba pemilu digelar Sabtu, pasti pemilihnya lebih banyak.Berikut e-mail Cahyadi Indrananto, WNI yang baru saja mencoblos di KBRI Singapura, menceritakan pengalamannya, Senin (5/4/2004):Sejak jauh-jauh hari, KBRI Singapura sudah mengumumkan bawah pencoblosan bisa dilakukan sejak mulai pukul 8 pagi. Untuk mengantisipasi antrean yang panjang, tadi pagi saya sudah mengantre sejak pukul 7.15 pagi. Maklum, dikabarkan bahwa jumlah pencoblos di Singapura tahun ini jumlahnya sekitar 40 ribu orang lebih (dua kali lipat lebih banyak dari Pemilu 1999), dan berdasar pengalaman Pemilu 1999, akan terjadi antrean luar biasa panjang sekitar 400 meter.Antisipasi pihak KBRI sendiri terlihat dari telah berdirinya pagar-pagar untuk mengatur arus antrean di luar wilayah KBRI. Selain itu, di luar pagar terlihat puluhan polisi Singapura yang turut bersiaga membantu mengatur arus antrean dan mobil.Di dalam antrean, sambil menunggu gerbang dibuka pukul 8, saya mendengar keluhan seorang ibu yang dirinya mendapat kiriman kartu panggilan untuk mengikuti pemilu, sedangkan anggota keluarga lainnya tidak. Akibatnya, anggota keluarga yang lain tidak bisa ikut pemilu. Ada juga keluhan dari ibu yang lain mengenai pemilu yang diadakan hari Senin, sehingga mengganggu waktu kerja. Bahkan sebagian pekerja yang memilih untuk mencoblos setidaknya harus mengambil cuti dari kantornya. Bila diadakan hari Sabtu, begitu tuturnya, pasti akan lebih banyak yang bisa datang dan mencoblos.Selain itu, di Singapura sendiri informasi mengenai caleg yang akan dipilih kurang begitu jelas dan menyebar luas. Tidak seperti yang saya baca di koran, di mana terdapat selebaran yang berisi foto setiap caleg berikut data dirinya, di Singapura sini kebanyakan dari kami hanya mengetahui nama caleg tanpa tahu latar belakang masing-masing caleg.Pukul 8 tepat, gerbang dibuka. Dan di luar dugaan banyak orang, proses dari masuk gerbang, mendaftar ulang, serta pengalokasian pemilih ke kotak suara masing-masing berlangsung cepat, total waktu yang dibutuhkan hanya sekitar 10 menit. Begitu masuk, saya disambut sekitar 20 staf berkomputer yang mengarahkan para pemilih ke TPS masing-masing, yang jumlah totalnya sekitar 70-an TPS. Tiap TPS-nya sendiri memiliki 5 bilik suara.Selain perlengkapan fisik yang modern dan memadai, KBRI Singapura telah melakukan persiapan matang di bidang personel dengan melibatkan berbagai kelompok mahasiswa dan masyarakat, seperti Perhimpunan Mahasiswa NUS (PINUS), Pelajar Indonesia NTU (PINTU), Indonesian Business Association (IBA), dan Indonesan Professional Association (IPA). Hal ini terlihat dari banyaknya puluhan mahasiswa dan masyarakat yang ikut aktif sebagai panitia pelaksana Pemilu. Satu-satunya kekurangan, menurut saya petugas yang berjaga di pintu gerbang KBRI yang kurang simpatik dalam mengarahkan antrian massa yang berderet di depan pintu pagar.Secara keseluruhan, Pemilu di Singapura kali ini berjalan dengan lancar dan tertib, dan persiapan yang dilakukan oleh KBRI Singapura dan atensi masyarakat Indonesia di negara pulau ini patut diacungi jempol. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads