Gus Dur Nyoblos Dituntun Yenny, Sinta Didorong Inayah
Senin, 05 Apr 2004 11:44 WIB
Jakarta -
Gus Dur melakukan pencoblosan dengan dituntun putrinya Yenny. Sedangkan kursi roda istri Gus Dur, Sinta Nuriyah didorong putrinya Inayah. Putri lainnya Aisah mencoblos di Yogyakarta, sedangkan Annisa di Jerman.Keluarga Gus Dur tiba di TPS 54 Ciganjur Jakarta Selatan pukul 10.30 WIB, Senin (5/4/2004). Mereka mendaftar, kemudian menunggu 5 menit, lalu diberi surat suara, dan mencoblos selama 5 menit.TPS yang terletak di depan rumah Gus Dur dan di depan Pesantren Al Munawar itu sudah beroperasi sejak pukul 07.00 WIB. Tercatat ada 262 pemilih.Selama Gus Dur dan keluarganya mencoblos, banyak warga yang menonton, baik pemilih maupun bukan pemilih. Di tempat yang sama, Sekjen PKB Saifullah Yusuf dan Rais Suriah PBNU Said Agil Siradj melakukan pencoblosan.Usai mencoblos, Gus Dur berkomentar, Pemilu kali ini sangat penting untuk menunjukkan kepada dunia apakah Indonesia bisa membangun demokrasi dengan cepat atau tidak."Kalau parpol benar-benar memperjuangkan demokrasi, maka demokrasi akan ada. Tapi kalau tidak, itu tidak ada. Reformasi hanya omong kosong," tukas mantan presiden ini.Ada yang bilang zaman dulu lebih baik? "Kalau orang mikir rakyat ingin seperti di zaman Soeharto, mereka salah mengevaluasi situasi," ujarnya.Menurut Ketua Dewan Syuro PKB ini, Pemilu sekarang belum tentu bisa menghasilkan pemerintahan yang baik. "Karena laporan yang saya dengar, di Kalimantan Barat, Golkar dan PDIP langsung ke desa-desa. Masyarakat ingin kedaulatan hukum dan diperlakukan sama di mata hukum," tukasnya.Menurut rencana, Gus Dur akan menghadiri pertemuan koalisi 11 parpol di Hotel Royal Crown pukul 17.00 WIB.
(sss/)










































