Akbar: Jangan Menjelek-jelekkan Partai Lain
Senin, 05 Apr 2004 10:49 WIB
Jakarta - Ketua umum Partai Golkar Akbar Tandjung menyayangkan adanya aliansi untuk menghadang berkuasanya kembali Orde Baru. Menurut Akbar, 24 partai politik yang ada harus diperlakukan sama dan tidak boleh saling menjelek-jelekkan partai lain."Ini kan negara demokrasi. Kita semua harus hormati apa yang disepakati dalam sistem demokrasi. Kita harus perlakukan 24 partai sama. Tidak boleh berbeda. Mereka sudah sah menjadi peserta. Tidak boleh kita menjelek-jelekkan parpol lain. Masyarakat kan sudah cukup dewasa," katanya.Akbar, yang ditemui wartawan usai memberikan suaranya di tempat pemungutan suara (TPS) 001, Jalan Widya Chandra, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (5/4/2004) pagi, menegaskan bahwa yang dijual Partai Golkar adalah platform."Yang kita jual kan platform. Program kerja. Biar masyarakat memilih. Kita tidak boleh membangun stigma untuk parpol lain. Saya pikir itu bukan pendidikan politik yang baik," tukasnya.Menurut Akbar, cara-cara seperti ini tidak akan memberikan kontribusi positif dalam pendidikan politik. "Yang jelas Partai Golkar akan akui siapa pun pemenang pemilu asalkan sejalan dengan prinsip perundang-undangan, khususnya luber dan jurdil," demikian Akbar Tandjung.Sebagaimana diberitakan pada Kamis (1/4/2004) kemarin sejumlah tokoh nasional membentuk Aliansi Besar Untuk Perubahan. Nurcholish Madjid yang menggagas aliansi tersebut mengajak untuk membentuk sebuah oposisi bila pemilihan umum hanya menghasilkan pemimpin nasional yang tidak merubah kondisi bangsa.Aliansi juga mengajak berbagai komponen masyarakat yang menghendaki perubahan untuk merapatkan barisan dan menghadang berkuasanya kembali para politisi busuk dan partai-partai busuk.
(gtp/)











































