Gubernur Imbau Masyarakat Bali Bersedia Terima Kekalahan

Gubernur Imbau Masyarakat Bali Bersedia Terima Kekalahan

- detikNews
Senin, 05 Apr 2004 10:28 WIB
Jakarta - Gubernur Bali Dewa Made Beratha dan Walikota Denpasar Anak Agung Ngurah Puspayoga nyoblos bareng di TPS 1 Banjar Belaluan Sadmerta, Kelurahan Dauh Dangin Puri, Denpasar. Beratha berpesan agar warga Bali bersedia menerima kekalahan jika ternyata kalah dalam pemilu legislatif Senin (5/4/2004) ini.Prosesi pencoblosan sendiri sempat diguyur hujan. Beratha nyoblos dengan mengenakan pakaian adat Bali pada pukul 09.00 WITA usai Puspayoga nyoblos pukul 08.00 WITA. Mereka nyoblos bersama 286 warga setempat.TPS ini tampak istimewa karena selain mengunakan bilik suara konvensional seperti Pemilu 1999, setiap bilik suara menggunakan kain tirai prada emas. Pencoblosan disaksikan KPU dan Panwaslu Bali.Dewa Beratha usai mencoblos menyatakan, pemilu saat ini memang sangat beda, apabila bagi orang awam. "Melihat parpolnya sih memang oke. Tapi kalau melihat calon dan nomor urut, memerlukan waktu yang lama," kata orang PDIP ini.Beratha mengimbau seluruh warga Bali untuk bersedia menerima kekalahan dan kemenangan. "Dalam era demokrasi, siapa pun yang menang, harus kita akui. Dan yang kalah, sportif mengakui kekalahan dan mengakui kemenangan parpol lain. Jangan sampai yang kalah membuat hal-hal yang negatif," imbaunya.Beratha juga menyesalkan banyak masyarakat Bali yang tidak terdaftar sebagai pemilih, padahal mereka mempunyai hak pilih. "Ini satu hal yang harus dikoreksi pada 5 tahun mendatang. Saya berharap pada pilihan presiden nanti semua masyarakat Bali dapat mencoblos," ungkapnya.Anda mencoblos apa, Pak? Ditanya begitu, Beratha hanya mesem saja. "Setiap orang pasti punya pilihan," elaknya.RSU SanglahUsai mencoblos di TPS 1, Gubernur dan Ketua DPRD Bali Ida Bagus Putu Wesnawa, Ketua KPU Anak Agung Oka Wisnumurti dan Ketua Panwaslu Bali Wayan Juwana memantau pencoblosan di RSU Sanglah dan Lapas Kerobokan.Pencoblosan di RSU Sanglah terdapat 2 TPS dengann jumlah pemilih 554 orang. Para petugas mendatangi langsung para pasien, sedangkan 4 bilik suara diangkut dengan kereta dorong. Usai mencoblos, kertas suara dikumpulkan di TPS yang disediakan.Sementara, selama pencoblosan, Denpasar tampak lengang. Toko-toko tutup, mobil angkot tidak ada yang beroperasi. Pemilih di Denpasar mengenakan pakaian adat. Sedangkan di kabupaten lain berpakaian bebas. (nrl/)


Berita Terkait