Puncak perayaan Natal ini diselenggarakan lebih awal untuk memberi kesempatan umat Kristiani Indonesia merayakan Natal pada tanggal 25 Desember nanti bersama keluarga dan handai taulan.
Menurut ketua panitia, Basuki Winoto, perayaan Natal di Wina kali ini memang dibuat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Karena perayaan Natal kali ini bersifat terbuka untuk siapa saja warga Indonesia yang berada di Austria.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski acara tersebut adalah acara umat Kristiani, menurut sekretaris acara, Andes Mulya, berbagai organisasi tersebut ikut berswadaya bermasyarakat lainnya untuk menyumbangkan kontribusinya pada acara ini, baik melalui makanan maupun kesenian. We Are The World menjadi salah satu lagu tema dalam acara perayaan tersebut yang melukiskan indahnya kebersamaan dalam perbedaan.
Sementara itu, di sentrum kota Wina sendiri, tengah berbenah menyambut perayaan Natal tahun ini. Sejak satu setengah bulan lalu, sejumlah jalan ruas ruas utama kota Wina dihiasi dengan gemerlap aneka lampu hias untuk menyambut datangnya malam suci bagi umat Kristen dan Katolik ini.
Pemerintah kota Wina juga menyiapkan pohon Natal raksasa, setinggi kurang lebih 20 meter di samping Gereja Stephanplatz, gereja yg menjadi ikon kota Wina. Selain itu di berbagai sudut kota juga digelar pasar malam Natal yang menjual pernik pernik dan makanan/minuman khas Natal.
Semua kemegahan ini menjadi semakin menarik ketika salju turun selama 2 hari berturut turut di kota Wina dan membuat hampir seluruh kota Wina tertutup salju. Rencananya, tata lampu dan hiasan yang super mewah ini akan berlangsung hingga beberapa minggu setelah tahun baru berlalu.
(anw/anw)











































