FPKB: Pansus Century Bukan 'Kuda Troya'

Pansus Century

FPKB: Pansus Century Bukan 'Kuda Troya'

- detikNews
Minggu, 20 Des 2009 20:15 WIB
FPKB: Pansus Century Bukan Kuda Troya
Jakarta - Bola panas skandal Bank Century yang menggelinding di Pansus semakin deras. Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) meminta semua pihak menghormati Pansus yang saat ini tengah bekerja.

"Meminta kepada semua pihak untuk tidak melakukan intervensi atau pun mendikte Pansus. Semua anggota Pansus sangat mengerti tugas-tugas yang diembannya," ujar Ketua FPKB Marwan Ja'far melalui rilis yang diterima detikcom, Minggu (20/12/2009).

Menurutnya Pansus tidak sembarangan dalam melakukan pemeriksaan, mengambil sikap politik maupun memutuskan sebuah kesimpulan. Karenanya ia meminta agar dihentikan polemik atas langkah, sikap politik atau kesimpulan yang telah dan akan diambil oleh Pansus.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pansus juga bukanlah "Kuda Troya (tunggangan)" dari pertarungan orang per orang dan Pansus tidak akan bergeser dari tugas dan tujuan asalnya," tambah Marwan yang juga anggota Pansus Bank Century ini.

Marwan juga mengingatkan kepada masyarakat untuk mewaspadai akan bahaya 'perselingkuhan' konglomerat hitam dengan birokrat yang merampok uang negara secara sistematis dengan cara-cara yang licik.

"Sulit diendus modus operandinya, berlindung dibalik peraturan perundang-undangan dan seolah-olah langkahnya benar dan tidak melanggar hukum," tambahnya.

Politisi PKB ini juga meminta agar para penyelenggara negara yang dipanggil pansus terkait pemeriksaan kasus Bank Century untuk menghargai pansus, bisa bekerjasama dan menunjukkan sikap kooperatif terhadap pansus.

"Jangan berlindung atau menggunakan dan memanfaatkan posisinya sebagai penyelenggara untuk menghalang-halangi kerja pansus," tambahnya.

Terkait dengan semakin panasnya isu ini, FPKB meminta agar masyarakat menahan diri dari setiap isu yang bergulir namun tetap memberikan dukungan dan kontrol penuh agar pansus dapat menyelesaikan tugasnya dengan baik.

"Menyerukan kepada semua pihak untuk menahan diri dan tetap melaksanakan tugas dan kewajibannya masing-masing di berbagai bidang agar laju perekonomian, politik, kebangsaan dan kenegaraan tidak terganggu," pungkasnya. (her/anw)


Berita Terkait