Saat Mencoblos, Warga Denpasar Diimbau Berpakaian Adat

Saat Mencoblos, Warga Denpasar Diimbau Berpakaian Adat

- detikNews
Minggu, 04 Apr 2004 15:46 WIB
Denpasar - Ada-ada saja. Wali Kota Denpasar AA Ngurah Puspayoga dan Ketua KPU Kota Denpasar I Made Gede Rai Misno menganjurkan warga Denpasar saat mencoblos pada Senin (4/4/2004) menggunakan pakaian adat. Hal ini disampaikan Misno kepada wartawan di kantornya, Denpasar, Minggu (4/4/2004). Menurut Misno, imbauan tersebut untuk menghindari kerusuhan dan untuk menunjukkan masyarakat Denpasar yang berbudaya. Sedangkan bagi warga Denpasar yang bukan umat Hindu disarankan berpakaian sopan. "Kalau pakai pakaian adat ringan, nggak mungkin mereka akan membuat kerusuhan," katanya. Gunakan Bilik Pemilu 1999Sementara itu, seluruh banjar di Bali mulai mengerjakan TPS. Umumnya TPS di buat di BalaI Banjar (dusun). Hanya saja, dari pantauan detikcom, TPS di Denpasar tampak berbeda dengan TPS yang ada di seluruh KPU Kabupaten se-Bali. Semua TPS di Denpasar yang berjumlah 1.436 buah itu menggunakan bilik suara seperti pemilu tahun 1999. Bilik tersebut terbuat dari bedek atau triplek lengkap dengan tirai kain. "Langkah ini kita ambil untuk menjamin kerahasiaan pemilih. Karena ukuran kertas suara lebih besar dengan bilik suara yang baru," tegas Misno. "Bilik suara yang tidak terpakai kami pinjamkan ke beberapa KPU Kabupaten di Bali," demikian Misno. (asy/)


Berita Terkait