Waspadai Rusuh Akibat Mobilisasi Massa Waktu Coblosan

Waspadai Rusuh Akibat Mobilisasi Massa Waktu Coblosan

- detikNews
Minggu, 04 Apr 2004 14:18 WIB
Jakarta - Anggota KPUD DKI Jakarta Juri Ardiantoro mensinyalir, ada kemungkinan terjadinya mobilisasi massa yang tidak tercantum di Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang mendesak agar bisa mencoblos sehingga menimbulkan kericuhan pada 5 April besok."Kemungkinan itu terbuka dilakukan para caleg. Mengingat untuk pemilu tahun ini pertarungannya adalah memperebutkan jumlah bilangan pembagi pemilih (BPP), sehingga sangat lazim apabila trik politik yang digunakan adalah mengerahkan semua potensi kadernya untuk mendongkrak perolehan BPP caleg yang bersangkutan," papar Juri di kantornya, Cempaka Putih, Jakpus, Minggu (4/4/2004).Secara teknis, kata Juri, pengerahan massa ini akan mengganggu jalannya pemungutan suara. "Bayangkan saja ada 5.000 warga yang menyerbu TPS. Padahal setiap TPS kapasitasnya hanya 300 orang. Otomatis akan terjadi kekacauan di sana karena kekurangan surat suara. Itulah yang dianggap tindakan yang mengacaukan pemilu," imbuh Ketua KPUD DKI Jakarta M.Taufik di tempat yang sama.Lalu bagaimana antisipasinya? "Siang ini KUPD akan berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya untuk menambah jumlah anggota keamanan kepolisian di setiap TPS. Saat ini tiap TPS akan dijaga 2 aparat keamanan. Kemungkinan bisa ditambah, atau memperkerap patroli yang lewat," demikian M.Taufik. (nrl/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini