Seruan PDIP Mencoblos dengan KTP Bisa Timbulkan Anarki Liar

Seruan PDIP Mencoblos dengan KTP Bisa Timbulkan Anarki Liar

- detikNews
Minggu, 04 Apr 2004 13:14 WIB
Jakarta - Seruan Sekjen PDIP Sutjipto agar masyarakat tetap mencoblos meski hanya bermodal KTP, menuai kritik. Gus Dur menilai, seruan itu dapat menimbulkan tindakan anarkis liar.Hal ini, kata Gus Dur, karena di dalam UU Pemilu No 12/2003 dijelaskan, yang dapat menggunakan hak pilihnya hanyalah mereka yang memiiki kartu pemilih atau telah tercantum di Daftar Pemilih Tetap (DPT). "Jadi (seruan) itu dapat merusak tatanan," tegas Gus Dur usai menghadiri peluncuran buku "Membajak di Ladang Mesin" karya Muhaimin Iskandar di Gedung PBNU, Jl.Kramat Raya, Jakpus, Minggu (4/4/2004).Gus Dur menilai, pernyataan Sutjipto itu muncul sebagai wujud kejengkelannya karena banyak warga PDIP yang belum mendapatkan kartu pemilih. "Itu sebabnya kita minta ketua KPU sebagai pelaksana pemilu dan Megawati sebagai presiden segera minta maaf karena pelaksanaan pemilu yang mengecewakan. Pernyataan maaf ini harus disiarkan ke seluruh media massa,"ungkap capres dari PKB ini.Gus Dur juga meminta Ketua KPU Nazaruddin diganti oleh anggota lainnya, sebagai tanggung moral mengemban amanat. Penggantinya yang pas adalah Anas Urbaningrum dan Mulyana W Kusumah. Kedua orang itu dinilai Gus Dur sangat jujur.Soal kisruh pemilu ini, Gus Dur mendesak agar dibicarkan tidak hanya DPR dan KPU serta pemerintah juga, tapi juga 24 parpol harus dilibatkan. "Selama ini 24 parpol tidak pernah diajak bicara," keluhnya. (nrl/)


Berita Terkait