Kereta tersebut berangkat dari Stasiun Tugu Yogyakarta Sabtu, (19/12/2009) sekitar pukul 08.30 WIB, tujuan akhirnya adalah Stasiun Balapan Solo dijadwalkan perjalanan selama satu jam. Namun sesampai sekitar 2 km menjelang Stasiun Ceper, sekitar pukul 09.10 WIB, penumpang merasakan ada yang aneh dengan laju kereta.
"Saya duduk di gerbong belakang merasakan laju kereta melambat, lalu membaui asap seperti karet terbakar masuk gerbong. Teman saya yang duduk di depan melihat ada percikan api. Tak lama setelah itu gerbong berhenti setelah dihentikan oleh petugas dengan rem darurat. Kami panik lalu berlarian turun," papar Santi, salah satu penumpang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa menit setelah itu, rangkaian KA dengan tiga gerbong penumpang tersebut ditarik petugas menuju Stasiun Ceper. Selanjutnya seluruh penumpang dipindahkan ke KA ekonomi Logawa Jurusan Purwokerto - Surabaya yang melintasi Solo.
"Kami dipindahkan Logawa pukul 09.40 WIB, namun tadi Logawa berhenti cukup lama di Stasiun Delanggu," ujar Santi saat tiba di Stasiun Balapan pukul 11.00 WIB. Rangkaian kereta ekonomi tersebut harus menunggu untuk memberi kesempatan kereta api khusus yang dinaiki Menhub beserta rombongan dari Jakarta menuju Madiun.
Wakil Kepala Stasiun Solo Balapan, Suyatno, membenarkan peristiwa tersebut. Dia mengatakan ada kerusakan teknis pada mesin penggerak kereta sehingga harus mendapatkan perbaikan. Karena kerusakan tersebut maka penumpang harus dialihkan ke kereta lain untuk melanjutkan perjalanan. Namun dia memastikan, kerusakan rangkaian KA Prameks tersebut tidak akan mengganggu perjalanan KA jalur selatan.
(mbr/gah)











































