"Presiden sudah jelas nggak mungkin akan menonaktifkan. Kalau itu dilakukan, justru membuat dianggap terlalu kompromi pada setting parlemen," kata pengamat politik dari UGM Ari Sujito, saat berbincang lewat telepon, Jumat (19/12/2009) malam.
Ari juga melihat langkah SBY sebagai sikap untuk melokalisir permasalahan. Ia tidak ingin terjebak terlalu lama pada polemik penonaktifan Sri Mulyani dan Boediono. Sebaliknya, SBY ingin publik kembali fokus pada proses hukum di KPK dan isu perpecahan di Golkar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ke depan, Ari meyakini pansus juga akan melakukan manuver-manuver politis lain. Tujuannya agar ada kesepakatan politis yang menguntungkan partai.
Namun, ia juga mengingatkan, kubu SBY juga tidak akan menurut begitu saja. Demokrat akan tetap bersikap resisten sambil menunggu saat yang tepat untuk 'membalas dendam'.
"Nanti kemungkinan akan muncul serangan balik. Semua elit politik yang memanfaatkan hak angket punya kartu truf masing-masng. Kita tunggu saja," pungkasnya.
(mad/mad)










































