Kekurangan Logistik Pemilu Masih Terjadi di Sulsel

Kekurangan Logistik Pemilu Masih Terjadi di Sulsel

- detikNews
Sabtu, 03 Apr 2004 23:32 WIB
Makassar - Meski pencoblosan kian dekat, sejumlah daerah di Sulawesi Selatan (Sulsel) masih kekurangan logistik pemilu. Hal ini terungkap ketika Gubernur Sulsel, H. Amin Syam, menggelar telewicara (teleconference) dengan sejumlah bupati di Sulsel, Sabtu (3/4/2004).Dalam telewicara tersebut, diketahui sejumlah kabupaten masih kekurangan logistik pemilu yang sangat diperlukan pada hari pemilihan nanti, seperti surat suara, tinta dan sampul surat suara.Di Kabupaten Bone misalnya, surat suara masih kekurangan 1.700 lembar, di Mamuju sebanyak 4.915 lembar untuk surat suara provinsi dan 2.400 surat suara untuk kabupaten/kota, Mamasa kekurangan 1.500 lembar surat suara untuk DPRD provinsi dan 2.500 lembar untuk DPR RI.Masih belum tuntasnya distribusi surat suara di beberapa kabupaten, membuat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel bingung. Pasalnya, untuk menyelesaikan problem ini harusnya KPU Pusat memberikan wewenang kepada KPU daerah untuk mencetak sendiri surat suara. "Kalau dicetak di Jakarta, kapan sampainya ke daerah. Padahal pelaksanaan makin mepet," ujar Aidir Amin Daud, Ketua KPU Sulsel.Selain surat suara, kekurangan logistik yang melanda beberapa kabupaten di Sulsel berupa tinta dan sampul surat. Daerah yang kekurangan tinta dan sampul surat di antaranya Jeneponto, Pinrang, Enrekang dan Luwu Utara.Kendati masih kekurangan tinta dan sampul surat, Aidir tidak mempersoalkan hal ini. "Kalau kekurangan tinta, kan bisa diganti dengan tinta spidol atau stempel. Dan sampul suratnya bisa diganti dengan kantong plastik, tapi musti diberi segel," terangnya. (ani/)


Berita Terkait