Aan akhirnya turun pukul 14.10 WIB, Jumat (18/12/2009) dari rumah berlantai dua.Β "Katanya dia ada yang mengancam mau membunuh. Karena ketakutan dia naik ke atas rumah itu langsung mau bunuh diri," kata tetangga Aan, Abu Hurairah.
Aan yang bekerja sebagai pramusaji di sebuah restoran di Cempaka Mas ini turun dari atap dengan menggunakan tangga. Aan dibawa ke rumah saudaranya di kawasan Tanjung Priok.
Sementara itu, saksi mata lainnya, Alam menduga kalau Aan tengah mabuk minuman keras. "Dia ketakutan. Katanya mau dibunuh teroris," kata seorang saksi lainnya, Alam.
Alam menceritakan, Kamis (17/12) malam, Aan pergi ke sebuah diskotek dengan teman-temannya. Hingga menjelang Jumat pagi, Aan baru pulang ke rumahnya. Setiba di rumahnya, Aan bertemu Alam. Aan pun kemudian bertanya kepada Alam.
"Bang, semalam ngejar-ngejar gue nggak? Semalam gue dikejar-kejar, mau dibunuh," kata Alam menirukan Aan.
Dikatakan Alam, kondisi Aan saat itu masih dipengaruhi alkohol, sehingga omongannya ngelantur. Lalu sekitar pukul 11.00 WIB, Aan kemudian mencoba menaiki atap rumah warga tersebut melalui tembok dengan membawa anaknya yang berusia sekitar 1,5 tahun.
"Anaknya jatuh, tapi berhasil ditangkap warga. Dia lalu diikat lagi, tapi lepas lagi," kata Alam.
Usaha Aan untuk bersembunyi dari rasa takutnya itu tak berhenti sampai di situ. Aan kemudian menaiki atap rumah warga sekali lagi.
Hingga pukul 14.00 WIB, Aan masih berada di atas genteng sambil berteriak. Hal itu mengundang perhatian warga sekitar. "Dikiranya mau bunuh diri," ucapnya.
Polisi yang datang sejak pukul 12.00 WIB dibantu warga yang berjumlah 6 orang mencoba menurunkan Aan. Karena Aan berontak, akhirnya polisi dan warga mengikat tangan dan kaki Aan.
Pukul 14.00 WIB, Aan baru berhasil diturunkan dari atas genteng. Aan kemudian dibawa polisi ke Polsek Tanjung Priok untuk dimintai keterangan.
(mei/gus)











































