"Hanya pihak keluarga yang jemput tadi dan massa menutup arus lalu-lintas saja. Tapi sekarang sudah bubar. Informasi yang saya terima sekarang sudah di DPRD Papua," ujar Komandan Distrik Militer (Dandim) Timika, Letkol Refrizal kepada detikcom, Jumat (18/12/2009).
Refrizal mengatakan, massa kurang lebih berjumlah 100 hingga 200 orang. Mereka menuntut DPRD agar meminta Kapolda Papua Irjen Pol Bekto Suprapto mengembalikan jenazah Kelly ke keluarganya.
"Tapi kan ini dalam proses hukum sedang identifikasi. Nanti juga dikembalikan," jelasnya.
Di kantor DPRD, massa hanya melakukan kegiatan tari tarian adat. Massa sama sekali tidak bertindak anarkis. "Dari bandara juga tadi nggak anarkis. Mereka berjalan kaki biasa," ungkapnya.
(gus/asy)










































