Demikian seperti dikutip dari Reuters India dan AFP, Jumat (18/12/2009).
Aksi penyelamatan besar-besaran pun dilakukan dengan melibatkan 3 kapal pasukan perdamaian PBB (UN Interim Force/UNIFIL), kapal militer Lebanon, dan pasukan Inggris yang berada di Siprus. Angin kencang dan ombak besar sempat menghambat proses penyelamatan di wilayah perairan yang lokasinya berjarak 17 kilometer dari pelabuhan Tripoli, Libanon, Kamis (17/12) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah seorang petugas penyelamat mengatakan pada Jumat pagi, seorang korban selamat diketahui meninggal setelah diangkat dari laut. Dengan demikian, jumlah korban tewas mencapai 5 orang.
"Kondisi laut sangat buruk dan kami tidak bisa membawanya ke rumah sakit tepat waktu," terangnya.
Kapal Danny II terbalik di dekat perairan Tripoli setelah mengirimkan sinyal tanda bahaya, pada Kamis (17/12) sekitar pukul 03.55 waktu setempat. Kapal bermaksud berputar haluan saat akan mencapai Beirut, ibukota Libanon. Namun, akibat cuaca buruk, kapal pun terbalik.
Operator kapal di Montevidio, Agencia Schandy mengatakan, kapal Danny II membawa 76 awak dan 6 penumpang, dimana 4 orang dari Uruguay, 1 orang dari Brasil, dan seorang lagi dari Australia. Sebagian besar awak kapal berasal dari Filipina dan Pakistan.
Kapal tersebut meninggalkan Montevidio, Uruguay pada 23 November lalu, dengan membawa 43 ribu domba untuk dibawa ke Tartous, Siria. Akibat insiden ini, semua ternak yang dibawa kapal dinyatakan hilang.
(nvc/asy)










































