Sebelumnya, Triyono, petugas bagian bengkel meninggal akibat stroke sehari menjelang pelaksanaan wukuf 26 November lalu. Menurut keterangan beberapa rekannya sesama mukimin, Abdurrorik seperti biasa membantu di bagian mesin foto kopi.
Jamaah yang mulai bergerak ke Madinah membuat intensitas pekerjaannya menurun. Maka sore itu mereka memutuskan untuk bermain bola voli di halaman belakang yang biasanya difungsikan sebagai lapangan parkir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rekan-rekan yang lain segera memanggil dokter Raymond Andreas yang mejanya berada tak jauh dari tempat mereka bermain voli. Raymond sempat memberikan pernafasan buatan, namun nyawa pria kelahiran Sampang, 27 Juli 1974 itu tak tertolong.
Jenazahnya kemudian dibawa ke RS Syisyah untuk dimintakan surat kematian dan dirawat sebelum dikebumikan.
Menurut keterangan dr Raymond yang juga penghubung kesehatan PPIH Makkah, Abdurrofik mengalami serangan jantung. "Penyakit paru-paru kronis yang diidapnya memperparah serangan jantungnya," ujarnya.
Menurut rencana jenazah Abdurrofik akan dikebumikan hari ini di pemakaman setempat. Ia meninggalkan seorang istri yang tinggal di kampung halamannya Madura dan seorang anak berusia 2 tahun yang tinggal bersama kedua orang tuanya di Makkah.
(zal/lrn)











































