"Kosong. Itu nggak ada apa-apanya. Aliran dananya maksimal cuma ratusan juta," keluh anggota Pansus dari FPDIP, Maruarar Sirait di sela-sela rapat konsultasi antara PPATK-Pansus di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (17/12/2009).
Kekecewaan juga disampaikan anggota pansus dari FPPP, M Romahurmuzy. Menurutnya, data aliran dana PPATK tersebut tidak signifikan untuk dijadikan bahan bagi penyelidikan Pansus selanjutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anggota Pansus dari FPKS Andi Rahmat pun dibuat kesal oleh amplop PPATK tersebut. Data PPATK, katanya, jauh dari harapan.
"Itu nggak bisa dipakai, langsung masuk laci," keluh Andi Rahmat.
"Yang kita harapkan transaksi sebesar Rp 1,4 T pada kurun 6 November sampai 28 Agustus 2008," imbuhnya.
Usai rapat dengan PPATK, Pansus menggelar rapat internal untuk membuat kesepakatan soal pemanggilan dan mekanisme kerja ke depan. Hingga pukul 20.00 WIB rapat masih berlangsung.
(van/lrn)











































